Sponsored

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan

Tips Stimulasi Motorik Kasar dan Halus Bayi Usia 0 - 3 Bulan

Selasa, 12 Mei 2015

informasitips.com – Sudah menjadi tugas orang tua untuk memberikan yang terbaik dalam proses tumbuh kembang buah hati tercinta. Agar keterampilan motorik bayi tumbuh dan berkembang secara optimal, Anda perlu memahami tahap-tahap perkembangannya dan memberikan stimulasi (rangsangan) yang tepat sesuai dengan tahapan usia bayi. Hal ini penting karena jika terjadi keterlambatan atau gangguan pada kemampuan motoriknya bisa segera terdeteksi dan dikoreksi.
Pada umumnya perkembangan motorik dibedakan menjadi dua yaitu motorik kasar dan motorik halus :
  • Motorik kasar adalah bagian dari aktivitas motorik yang mencakup keterampilan otot-otot besar, misalnya merangkak, tengkurap, mengangkat leher dan duduk.
  • Motorik halus adalah bagian dari aktivitas motorik yang melibatkan gerak otot-otot kecil, seperti mengambil benda kecil dengan ibu jari dan telunjuk, menggambar dan menulis.
Stimulasi motorik kasar dan halus untuk bayi usia 0 - 3 bulan
Dalam artikel ini, akan dibahas tentang stimulasi/rangsangan fungsi motorik yang bisa diberikan orang tua untuk bayi usia 0 – 3 bulan. Stimulasi motorik kasar dan halus untuk tahapan usia lainnya akan dijelaskan di artikel selanjutnya.
Bayi baru lahir
Pada saat ini refleks tubuh bayilah yang bekerja sempurna. Gerakan refleks adalah gerakan-gerakan yg terjadi secara otomatis, tanpa bayi sadari. Seiring dengan waktu, gerak refleks ini akan tergantikan dengan gerak motor kasar. Beberapa gerak refleks yang dimiliki bayi adalah :
  1. Refleks menghisap (sucking reflex)
    Bayi akan melakukan gerakan menghisap ketika Anda menyentuhkan puting susu ke ujung mulut bayi.
  2. Refleks menggenggam (palmar grasp reflex)
    Bayi Anda akan otomatis menggenggam jari Anda ketika Anda menyodorkan jari telunjuk kepadanya.
  3. Refleks leher (tonic neck reflex)
    Akan terjadi peningkatan kekuatan otot (tonus) pada lengan dan tungkai sisi ketika bayi Anda menoleh ke salah satu sisi.
  4. Refleks mencari (rooting reflex)
    Ketika pipi bayi Anda disentuh maka otomatis mulutnya akan terbuka dan memalingkan wajahnya ke arah sentuhan.
  5. Refleks Moro (Moro reflex)
    Refleks ini berbeda dengan refleks lainnya yang termasuk dalam ketegori gerakan motor. Menurut para ahli, refleks moro ini termasuk reaksi emosional yg timbul dari kemauan atau kesadaran bayi dan akan hilang dengan sendirinya dalam waktu yg singkat. Refleks moro ini timbul ketika bayi dikejutkan secara tiba-tiba atau mendengar suara yang keras. Bayi melakukan gerakan refleks dengan melengkungkan punggungnya dan mendongakkan kepalanya ke arah belakang. Bersamaan dengan gerakan tersebut, kaki dan tangan bayi digerakkan ke depan. Reaksi yang berlangsung sesaat ini pada umumnya diiringi dengan tangisan yang keras.
Beberapa tips yang perlu diketahui orang tua sebelum memberikan stimulasi motorik untuk bayi:
  1. Berikan waktu khusus selama kurang lebih 15 menit untuk melakukan stimulasi ini dan yakin kan bahwa diri Anda bebas dari berbagai gangguan, seperti memasak dan pekerjaan rumah tangga lainnya.
  2. sebaiknya Anda berkuku pendek dan tangan harus dalam keadaan bersih.
  3. Lepaskan semua perhiasan yang Anda pakai seperti cincin dan gelang, untuk meminimalkan kemungkinan kulit bayi tergores.
  4. Baringkan bayi di atas tempat yang luas dengan permukaan rata misalnya kasur atau busa tebal.
  5. Putarlah musik berirama lembut untuk didengar agar bayi lebih rileks dalam melakukan latihan-latihan yang dapat meningkatkan perkembangan motoriknya.
  6. Rangsangan dapat dilakukan setelah bayi mandi, cium perutnya, jari kakinya dan jari tangannya dengan lembut. Stimulasi yang lembut ini akan membantu bayi Anda membangun kesadaran mengenai berbagai bagian dari tubuhnya.
Usia bayi 1 bulan:
  • Stimulasi motorik kasar: Bayi sudah memiliki refleks untuk menggerakkan tangan dan kakinya sejak lahir. Di usianya yang menginjak satu bulan, bayi mulai belajar untuk menggerakkan tangan dan kakinya ke atas. Untuk membuat ototnya semakin kuat, Anda bisa memberikan stimulasi dengan cara menggantungkan mainan yang mengeluarkan bunyi dan memiliki warna-warna mencolok di tempat tidurnya. Hal ini dapat merangsang bayi untuk menarik tangannya ke atas dan berusaha menggapainya.
    Cara lain adalah dengan memegang mainan berbunyi yang menarik di sisi kanan atau kiri (bukan tepat di depan) bayi Anda. Buat bayi Anda agar mau sedikit berusaha menggapai benda yang diinginkannya. Stimulasi ini dapat melatih koordinasi mata – tangan, atau koordinasi mata – kaki. Anda pun bisa menggerak-gerakkan kakinya sambil bernyanyi dan bermain.

  • Stimulasi motorik halus: Untuk menguatkan jari-jarinya, berikan rangsangan dengan cara menyentuh telapak tangan bayi dengan kedua telunjuk Anda. Biarkan bayi menggenggam sejenak dan tarik perlahan kedua tangannya. Anda juga dapat meletakkan mainan yang mengeluarkan suara di tangan bayi Anda. Ini akan sangat menarik baginya karena bayi mulai menyadari gerakan yang dilakukannya dapat menghasilkan bunyi.
Usia bayi 2 bulan
  • Stimulasi motorik kasar: Di bulan kedua dalam hidup bayi, gerakan refleksnya akan mulai menghilang dan muncul gerak motor kasar. Baringkan bayi Anda dalam keadaan tengkurap dan goyangkan mainan yang berbunyi di atas kepalanya, juga di sisi kanan dan kirinya.
    Rangsangan juga dapat diberikan dengan mememanggil nama bayi Anda dari arah depan atau
    membelai kepala dan leher belakangnya. Si kecil akan mengangkat kepalanya dan ini sangat baik untuk melatih otot lehernya agar semakin kuat.
    Sebaiknya jangan terlalu sering menggendong bayi Anda atau menaruhnya di ayunan, sebab bayi tidak akan memiliki kesempatan untuk belajar tengkurap. Selain merupakan terapi mencegah peyang pada kepala bayi, tengkurap juga melatih dan menguatkan otot perut dan leher bayi.
    Tengkurap juga memberikan sudut pandang baru untuk bayi selain posisi terlentang. Hal yang harus Anda perhatikan adalah jaga posisi kepala bayi agar tetap bisa bernapas. Rangsangan bisa sering dilakukan dan lama waktunya bertahap sesuai perkembangannya, jangan terlalu dipaksakan apabila bayi menolak/menangis keras untuk mencegah cedera pada otot lehernya.
  • Stimulasi motorik halus: Rangsangan ini dapat diberikan saat Anda sedang menyusui atau tidak melakukan sesuatu. Ketika bayi mengepalkan telapak tangannya, Anda bisa membuka kepalan tangannya dengan lembut, sentuh jari – jarinya satu persatu, dan luruskan. Anda bisa melakukan latihan ini sambil bernyanyi kepada bayi Anda.
    Agar kemampuan menggenggamnya semakin kuat, dan sekaligus melatih perkembangan indera penglihatan dan pendengarannya Anda bisa memberikan telepon mainan kepadanya. Bayi akan mendengar suara dan melihat kelap-kelip lampu sambil menggenggam telepon mainannya.
Usia bayi 3 bulan :
  • Stimulasi motorik kasar: Baringkan bayi Anda di kasur/busa tebal yang luas dalam posisi terlentang. Kemudian sedikit demi sedikit bantu bayi membalikkan posisi tubuhnya. Rangsangan ini dapat melatih bayi Anda untuk dapat berguling dari posisi tengkurap ke terlentang dan bahkan merangsangnya untuk dapat berpindah dari posisi terlentang ke tengkurap.
    Anda juga dapat memberikan stimulasi dengan cara meletakkan bayi Anda dalam keadaan tengkurap dan pertemukan kedua telapak kakinya sampai saling menempel. Buka kedua telapak kakinya dengan sisi-sisi dalam kaki tetap saling menyentuh. Lakukan gerakan buka tutup ini berulang kali. Rangsangan ini dapat meningkatkan kekuatan otot perut dan tulang belakang bagian bawah bayi Anda.
    Untuk membuat otot kakinya semakin kuat, dalam keadaan terlentang pegang kedua kaki bayi Anda dengan kedua tangan dan lakukan gerakan memutar dengan lembut atau seperti gaya mengayuh sepeda di udara.
  • Stimulasi motorik halus: Di usia ini bayi suka sekali memainkan dan mengamati kedua tangannya, membuatnya saling menyentuh dan menyatukannya. Sering-seringlah memberi pijatan lembut pada jari-jari bayi Anda. Berikan mainan lembut yang memiliki warna-warna menyolok dan bisa mengeluarkan bunyi untuk memancingnya bereaksi. Biarkan bayi memperhatikan dan menggenggamnya.
    Stimulasi lain untuk mengoptimalkan perkembangan motorik bayi, yakni dengan memegang jari-jari tangannya dan lakukan gerakan lengan yang menyilang di dadanya, lalu kembalikan ke samping tubuhnya. Lakukan bergantian letak lengan yang saling menyilang. Manfaat dari rangsangan ini adalah untuk meningkatkan kekuatan otot lengan atas, bahu dan punggung bagian atas.
Semoga bermanfaat!
Read more ...

Resep Menu Makanan Bayi Usia 6 Bulan

Makanan bayi usia 6 bulan. Bayi Ibu sekarang sudah berusia 6 bulan. Jika Ibu sudah sukses menjalankan ASI eksklusifnya selama 6 bulan maka setelah lepas 6 bulan Ibu sudah bisa memberikan makanan pendamping ASI untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Tidak selamanya kebutuhan gizi bayi bisa dipenuhi hanya dengan pemberian ASI. Seiring dengan pertambahan usianya, bayi membutuhkan kecukupan gizi yang berbeda dibandingkan dengan usia sebelumnya. Bayi akan mulai membutuhkan zat besi dari sumber lain mulai usia 6 sampai 9 bulan.


Makanan Bayi Umur 6 Bulan Pertama

makanan bayi usia 6 bulan
Makanan bayi yang sehat adalah makanan yang dibuat sendiri di rumah atau home made. Makanan home made untuk bayi lebih terjamin kebersihannya, tanpa tambahan bahan pangan lainnya dan lebih banyak variasinya karena kita sendiri yang membuat. Sebelum membuat makanan bayi perlu diperhatikan bahan apa saja yang boleh diberikan untuk bayi sesuia dengan usianya. Pilihlah sayuran dan buah – buahan organik karena bebas dari pestisida. Jika tidak ada sayuran atau buah organic maka cucilah buah dan sayuran tersebut hingga benar – benar bersih agar bebas dari pestisida dan bakteri berbahaya. Selalu pilih sayur dan buah yang segar untuk diberikan ke buah hati.

Bayi berusia 6 bulan bisa diberikan Makanan bayi usia 6 bulan dari pure atau bubur halus. Lakukan pemberian Makanan bayi usia 6 bulan dari pure secara bertahap teksturnya. Pada awal pemberian sebaiknya berikan Makanan bayi usia 6 bulan dari pure yang encer karena bayi sudah terbiasa untuk mengkonsumsi ASI sebelumnya. Kemudian tekstur Makanan bayi usia 6 bulan dari pure bisa dibuat semakin kental sesuai dengan pertambahan usianya. Jangan berikan bahan tambahan termasuk gula atau garam ke dalam makanan bayi usia 6 bulan karena fungsi ginjalnya belum sempurna. Rasa dari Makanan bayi usia 6 bulan dari pure asli sudah cukup memberi rasa bagi bayi.

Makanan diberikan sedikit demi sedikit pada saat pertama pemberian agar bayi terbiasa dengan rasa dan teksturnya. Jumlah pemberian makanannya bisa ditambah seiring dengan perkembangan bayi. Pemberian makanan sedikit demi sedikit juga bertujuan untuk mengetahui reaksi alergi makanan pada bayi. Biasakan bayi untuk mengkonsumsi Makanan bayi usia 6 bulan dari pure sayur karena kebanyakan anak sekarang susah untuk makan sayur sebab rasanya yang hambar. Biasakan anak untuk merasakan sayur dari usia bayi.

Resep Makanan Bayi  6 Bulan

Beberapa resep makanan bayi usia 6 bulan yang bisa menjadi referensi untuk bunda memberikan makanan pendamping ASI antara lain:

Makanan bayi usia 6 bulan dari pure beras merah atau beras putih

Bahan yang disediakan:
  • Beras merah secukupnya
  • ASI

Cara membuat:
Beras merah atau beras putih dimasak menjadi bubur, disaring kemudian dicampur dengan ASI.

Bubur susu

Bahan yang disediakan:
  • 10 gram tepung beras/tepung sagu/tepung maizena/tepung hunkwe/tepung kacang hijau. Jangan gunakan tepung terigu
  • 20 sdm (200 ml) ASI

Caran membuat:
Masak tepung dengan sedikit air. Setelah masak tuangkan di mangkuk kemudian tambahkan dengan ASI. Sebaiknya gunakan tepung buatan sendiri.

Makanan bayi usia 6 bulan dari pure avokad

Bahan yang disediakan:
  • 50 gram avokad kupas, cuci berih, potong-potong
  • 3 sdm (30 ml) ASI

Caran membuat:
Blender avokad hingga lembut (tanpa tambahan air), tuang ke mangkuk makan bayi kemudian campur dengan ASI, aduk rata. Segera berikan kepada bayi.

Makanan bayi usia 6 bulan dari pure pisang

Bahan yang disediakan:
  • 50 gram pisang ambon kupas, potong-potong
  • 3 sdm (30 ml) ASI

Cara membuat:
Blender pisang dan ASI hingga lembut. Tuang ke mangkuk dan segera berikan kepada bayi.

Makanan bayi usia 6 bulan dari pure papaya

Bahan yang disediakan:
  • 50 gram papaya kupas cuci bersih dan potong-potong
  • 3 sdm (30 ml) ASI

Cara membuat:
Blender papaya hingga lembut. Tuang Makanan bayi usia 6 bulan dari pure papaya ke mangkuk. Tambahkan ASI dan aduk rata. Segera berikan kepada bayi.

Makanan bayi usia 6 bulan dari pure pir dan papaya

Bahan yang disediakan:
  • 30 gram pir kuning, cuci bersih, kupas dan ambil daging buahnya
  • 25 gram papaya matang, cuci bersih, kupas dan potong-potong
  • 3 sdm (30 ml) ASI

Cara membuat
Pir dikukus hingga empuk. Blender pir dan papaya hingga halus. Tuang ke dalam mangkuk kemudian tambahkan ASI.

Makanan bayi usia 6 bulan dari pure apel

Bahan yang disediakan:
  • 50 gram apel manis, cuci bersih, kupas dan ambil dagingnya.
  • 2 sdm (20 ml) ASI atau jus jeruk manis

Cara membuat:
Kukus apel hingga empuk. Blender hingga lembut bersama dengan ASI atau jus jeruk manis. Sebelum diberikan ke bayi saring Makanan bayi usia 6 bulan dari pure jika perlu.


Makanan bayi usia 6 bulan dari pure papaya pisang

Bahan yang disediakan:
  • 25 gram papaya matang, kupas dan potong-potong
  • 50 gram pisang ambon kupas dan potong-potong
  • 2 sdm (20 ml) ASI atau jus jeruk manis

Cara membuat:
Blender papaya dan pisang hingga lembut. Tuang ke mangkuk dan tambahkan ASI atau jus jeruk manis. Aduk rata.

Makanan bayi usia 6 bulan dari pure kentang

Bahan yang disediakan:
  • 3 buah kentang, kupas, cuci dan potong-potong
  • ASI secukupnya

Cara membuat:
Kukus kentang hingga lunak. Tiriskan kentang kukus kemudian haluskan kentang dengan garpu atau food processor. Tambahkan ASI dan aduk rata.

Makanan bayi usia 6 bulan dari pure jagung manis

Bahan yang disediakan::
  • 100 gram jagung manis pipil
  • 100 ml ASI

Cara membuat:
Kukus pipilan jagung manis hingga lunak. Campurkan dengan ASI kemudian blender. Saring Makanan bayi usia 6 bulan dari pure untuk menghilangkan kulit biji jagung yang tersisa.

Makanan bayi usia 6 bulan dari pure ubi jalar ungu

Bahan yang disediakan:
  • Ubi jalar ungu secukupnya, cuci bersih
  • Kaldu ayam/sapi asli secukupnya

Cara membuat:
Kukus ubi jalar hingga lunak. Kupas kemudian haluskan. Tambahkan dengan air kaldu secukupnya hingga pada kekentalan yang diinginkan.

Makanan bayi usia 6 bulan dari pure kacang hijau

  • 2 sdm munjung kacang hijau
  • ASI secukupnya

Cara membuat:
Rebus kacang hijau hingga empuk. Saring bubur kacang hijau kemudian campur dengan ASI

Makanan bayi usia 6 bulan dari pure kacang merah

  • 100 gram kacang merah
  • ASI secukupnya

Cara membuat:
Rebus kacang merah hingga empuk. Saring bubur kemudian campur dengan ASI

Makanan bayi usia 6 bulan dari pure bayam labu kuning

Bahan yang disediakan:
  • 50 gram labu kuning, cuci bersih, kupas dan potong
  • 50 gram daging ayam, cuci bersih dan potong dadu
  • 25 gram bayam, potong tangkainya dan cuci bersih
  • 50 ml ASI

Cara membuat:
Rebus potongan labu kuning dan ayam hingga matang. Masukkan bayam ke dalam rebusan kemudian rebus lagi hingga bayam lunak lalu tiriskan. Haluskan bahan yang sudah ditiriskan. Bisa ditambah dengan sedikit sisa air rebusan atau bisa juga ditambah dengan ASI.

Jadwal Pemberian Makanan bayi usia 6 bulan

Bayi usia 6 bulan diberikan makan sebanyak 2-3 kali sehari, yaitu disekitar jam 9-10 pagi dan disekitar jam 4-5 sore. Pada saat malam hari cukup berikan ASI. Bayi juga bisa diberikan makanan selingan berupa sari buah atau pisang lumat pada siang dan sore hari. Sisanya berikan ASI sesuai dengan keinginan bayi.

Demikian tadi beberapa tips resep Makanan bayi usia 6 bulan yang bisa untuk bunda berikan pada buah hati bunda. Selamat mencoba, semoga si buah hati tumbuh dengan sehat.

Source: miynorie.blogspot.com
Read more ...

Cacingan dan Amandel Turunkan Kecerdasan Anak

Selasa, 10 Juli 2012

Ghiboo.com - Kesehatan menjadi faktor penting yang mendasari kehidupan seseorang. Termasuk, prestasi seorang anak di sekolah.

Anak yang mengalami masalah kesehatan akan memicu permasalahan daya tangkap pada proses belajar dan seringnya tidak masuk sekolah (absen), sehingga terjadi penurunan prestasi akademik.

Menurut drg. Ratna Kirana, Kasubdit Anak Usia Sekolah dan Remaja Direktorat Bina Kesehatan Ibu Kementerian Kesehatan RI, ada beberapa faktor pendukung lain mengapa anak mengalami permasalahan pada bidang akademiknya.

1. Tidak sarapan pagi

Banyak orang tua kurang perhatian pada anak dan tidak memiliki cukup waktu untuk menyiapkan sarapan. Selain itu, mitos yang mengatakan makan banyak bikin ngantuk menjadi salah satu alasan mengapa anak sekolah jarang sarapan.

Jika anak tidak sarapan maka tidak akan memiliki banyak energi untuk aktivitas otak. Akibatnya, kurang konsentrasi, ngantuk, lemah, letih, dan lesu. Apabila dibiarkan, maka mempengaruhi tingkat kecerdasan anak.

2. Pembesaran tonsil (amandel)

Amandel tidak hanya membuat anak kesulitan bernapas. Tetapi juga memengaruhi kemampuan akademiknya. Amandel yang bersarang di tenggorokan dapat menghambat laju oksigen ke otak, sehingga menyebabkan aliran oksigen ke otak menjadi berkurang.

Oksigen dibutuhkan sel-sel otak untuk melakukan aktifitas rutin sehari-hari. Kekurangan oksigen di otak menyebabkan anak susah berkonsentrasi.

3. Cacingan

Telur cacing dapat masuk ke mulut melalui makanan tercemar, tangan atau larva cacing masuk menembus pori-pori kulit saat anak main di tanah tanpa alas kaki.

Cacingan menyebabkan anak mengalami kekurangan gizi, sehingga menyebabkan anak menjadi kurus, anemia, cepat lelah dan mengantuk, serta penurunan kecerdasan.

Cacingan dikaitkan dengan rendahnya kesadaran untuk mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan dan setelah BAB.

Read more ...

Hal yang Tidak Boleh Diucapkan Orangtua Kepada Anak

Kamis, 03 Mei 2012

Bukan rahasia lagi, orangtua harus memperhatikan cara mereka berkomunikasi dengan anak-anak mereka. Apa yang kita katakan — dan cara kita mengatakannya — adalah masalah penting. Cara komunikasi orangtua akan memberi dampak pada hubungan orangtua-anak dalam jangka panjang.
Kalimat sederhana yang keluar dari mulut orangtua saat sedang frustrasi dapat berdampak besar.
"Kata-kata bisa menyakitkan dan tidak bisa ditarik ulang, jadi berhati-hatilah," ujar Debbie Pincus, seorang terapis, pembimbing orangtua dan penulis "The Calm Parent: AM & PM".
"Kita manusia. Kehidupan kita gila-gilaan dan kadang kita tidak memberikan waktu beristirahat dan berpikir kepada diri sendiri," ujar Pincus. “Hanya berhati-hatilah dan bertanggung jawab, dengan siapa pun kita berbicara."
Berikut ini lima hal yang tidak boleh diucapkan orangtua kepada anak mereka.

  • "Aku tidak peduli."
    Anak kecil senang bercerita tentang segala sesuatu. Tentang pembicaraan mereka dengan teman-temannya, bentuk awan yang mereka rasa mirip dengan ular laut, alasan mereka menekan seluruh isi pasta gigi ke dalam bak mandi.
    Tetapi terkadang orangtua tidak ingin mendengarkan mereka. Jangan pernah mengatakan Anda tidak peduli dengan cerita mereka. Itu akan membuat anak-anak merasa tidak penting dan menghilangkan rasa percaya.

    SARAN: Beritahulah anak Anda bahwa masalah itu bisa dibahas di lain waktu, ketika Anda dapat fokus pada pembicaraan sang anak. Tetapi jangan ingkar janji. Jangan lupa membahas.
  • “Kamu kan sudah besar!"
    Putri Anda berusia 7 tahun tapi masih bertingkah selayaknya anak umur 3. Jangan pernah menyalahkan tingkahnya sembari mengatakan “Kamu kan sudah besar!” Ini akan membuat anak-anak merasa dikritik padahal mereka bisa saja sedang punya masalah dan butuh bantuan untuk menyelesaikannya.

    SARAN: “Ketika Anda hendak bereaksi, ambillah jeda waktu sebentar,” kata Pincus. Pikirkan matang-matang dampak perkataan Anda, jadi bukan asal reaksi spontan. Jeda membantu menurunkan adrenalin sehingga otak bisa berpikir tanpa emosi.
  • "Minta maaf!"
    Anak Anda merebut mainan temannya dan membuatnya menangis. Anda langsung memerintahkan sang anak untuk meminta maaf atas tindakannya. Anda memang bermaksud mulia, tetapi memaksa anak untuk meminta maaf tidak mengajari mereka kemampuan sosial, kata Bill Corbett, penulis buku dan pendidik.
    Anak kecil tidak dapat langsung mengerti kenapa mereka harus meminta maaf. Bila selalu disuruh, mereka bisa saja makin lambat memahami alasan meminta maaf bila telah melakukan tindakan buruk

    SARAN: Minta maaflah kepada anak kecil yang dibuat menangis oleh anak Anda, sehingga pada saat bersamaan Anda memberi dia contoh bagus kelakuan yang ingin ditanamkan.
  • "Masak nggak bisa juga?"
    Anda mengajari anak menangkap bola lima kali berturut-turut, dan dia belum mahir juga. Atau, ketika belajar soal matematika, dia tak kunjug paham. Anda pun langsung bertanya “Masak nggak bisa juga?” Komentar ini akan menjatuhkan mental mereka.
    Sebab, sebagaimana dikatakan pakar pembelajaran Jill Laurean, anak-anak akan menangkap pertanyaan itu dengan berbeda. Mereka akan mengira Anda bertanya “Kenapa nggak bisa juga? Apa yang salah dengan kamu sehingga nggak bisa?”

    SARAN:
    Ambil waktu istirahat. Jika Anda sudah tidak tahu cara lain mengajari anak mengenai sesuatu, berhentilah. Lanjutkan pelajaran ketika Anda sudah siap untuk mencobanya lagi, mungkin setelah mencari pendekatan lain untuk mengajar apa pun yang sedang dipelajari anakmu.
  • "Ditinggal ya!"
    Anak Anda menolak meninggalkan toko mainan atau taman, sementara Anda telat janjian. Jadi Anda memberikan ultimatum untuk menakut-nakuti dia: "Ditinggal ya!" Untuk anak yang masih kecil, ketakutan ditinggalkan orangtua adalah sesuatu yang sangat nyata. Tapi apa yang terjadi saat ancaman tidak berhasil? Anak dengan cepat belajar kalau ayah atau ibu memberikan ancaman kosong.

    SARAN: Jangan bilang kepada anak bahwa Anda akan meninggalkan mereka. Sebaiknya, bikin rencana perjalanan (dari toko mainan ke tempat selanjutnya) sebelum berangkat dari rumah.
Read more ...

Berikan Banyak Pujian dan Anak Akan Jadi Hebat

Kamis, 09 Februari 2012

image

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perilaku orangtua dalam mendidik sejak dini ternyata berkorelasi langsung dengan sikap, pribadi buah hati di masa mendatang. Jika salah melakukan pengasuhan, yang terjadi justru anak mempunyai sifat atau sikap negatif. Lalu bagaimana mendidik anak yang tepat sehingga menjadi anak hebat (incredible).

Tak ada sekolah khusus untuk menjadi orangtua. Tetapi, orangtua tetap perlu belajar menerapkan pola pengasuhan yang positif pada anak agar dapat membentuk karakter positif anak di masa depan.

Hanny Muchtar Darta dari EI Parenting Consultant saat talkshow "Pentingnya Kecukupan Asupan Vitamin & Mineral Agar Anak Incredible" yang digelar oleh Scott's Multivitamin di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, mengungkap beberapa tips ataupun trik yang bisa menjadi rujukan:

1. Berkomunikasilah secara positif
Orangtua harus mempunyai persepsi bahwa anak itu unik dan mempunyai perbedaan dibandingkan anak yang lainnya. Jadi orangtua harus mempunyai kemampuan untuk membangun bakat yang dimiliki dengan cara yang positif. Kalau ibu ingin anaknya belajar bukan bilangnya "Jangan malas-malas". Tapi akan lebih baik jika mengatakan "Ayo dong semangat belajar".

2. Hindari membandingkan dengan adik, kakaknya atau dengan anak lain.
Jangan membandingkan dengan yang lain, tapi bandingkan dengan kemajuan yang diperoleh buah hati. Jangan mengatakan "Kakak kamu lebih hebat atau kakak kamu lebih rajin belajarnya, jadi kamu harus seperti dia dong. Harusnya "Loh kamu kemarin nilai Matematika dan Bahasa Inggris nilai kurang, seharusnya nanti harus lebih baik".

3. Dorong anak untuk ikut kompetisi.
Anak yang berusia 5-8 tahun lagi senang-senangnya berkompetisi karena dari segi kognotifnya lagi senang-senangnya untuk menunjukkan kebisaannya dan kemampuan yang dimilikinya. Tapi kalau sudah 12 tahun keinginan untuk berkompetisi turun. Jadi kalau ingin membentuk anak yang hebat, ajaklah berkompetisi sejak kecil.

4. Hindari memotong pembicaraan.
Seringkali dilakukan orangtua yang tidak sabar mendengarkan dan selalalu menyalahkan. Yang harus dilakukan adalah mendengarkan terlebih dahulu dengan penuh perhatian. Anak juga ingin dihargai pendapatnya. Jika ini dilakukan bisa melatih anak berani mengemukakan pendapat, atau gagasan yang dimilikinya.

5. Fokus pada tujuan
Terkadang orangtua asal memerintahkan. Misalnya, mengatakan jangan lupa baju olahragamu dibawa pulang atau mengatakan jangan malu bertanya nanti sesat di jalan. Lebih baik mengatakan, "Kalau berani bertanya, itu tanda anak cerdas,". Jadi bicaranya lebih positif sehingga membuat anak menjadi terinspirasi.

6. Memberikan banyak pujian, tentunya di tempat dan waktu yang tepat
Terlalu banyak waktu Anda yang terbuang jika hanya mengkritik sikap buruk buah hati. Sebaliknya, Anda jadi kekurangan waktu untuk memberinya pujian atas sikap positifnya. Ada kalanya, sesekali Anda perlu mengucapkan, "Mama senang, lho, lihat kamu membereskan mainan dan menyimpannya di tempat semula."

7. Berikan pelukan, belaian, dan ciuman
Biasakan memeluk buah hati hingga 12 kali sehari. Tujuannya supaya ia merasakan adanya kedekatan, kehangatan sehingga mampu membangun ikatan emosional yang baik disamping anak akan merasa diterima dan didukung oleh orangtuanya.

8. Membangun aturan sederhana.
Melatih kedisiplinan bisa dilakukan dengan membangun rutinitas misalnya: jam makan, jam tidur, makan pada tempat yang benar, dan lain sebagainya. Ini akan melatih anak hidup secara disiplin. Meski demikian, sebagai orangtua harus memberikan contoh melakukan kedisiplinan. Jangan terus dilanggar.

9. Hindari untuk bicara dengan anak ketika sedang mengalami emosi negatif
Belajarlah untuk memaklumi hal-hal yang bisa memicu anak kesal dan jengkel. Umumnya, perasaan tidak nyaman ini dialami anak-anak saat dia sedang kelelahan, saat Anda terlalu menuntutnya berbuat lebih, saat dia lapar, dan saat dia sakit. Minimalisasi kondisi-kondisi yang membuatnya tidak nyaman ini untuk mengurangi kejengkelan pada anak.

Read more ...

Jangan Hukum Anak Kalau Sedang Mengamuk

TRIBUNNEWS.COM - Anak yang mengamuk di tempat publik mungkin akan membuat Anda sangat malu.Bagaimana mengatasinya?

Sebagian orangtua juga sering tidak tahu harus berbuat apa sehingga memilih untuk "bernegosiasi" dengan anak, yang penting dia tidak lagi menjerit dan berguling-guling di lantai. Namun, sebenarnya ada yang perlu diketahui seputar perilaku tantrum (mengamuk) yang dilakukan anak.

Menurut Dr Brenna E Lorenz, peneliti dari University of Guam, kita perlu memahami mengapa anak mengalami tantrum. Ia mengamuk karena dorongan amarah dari dalam dirinya. Sementara, kemarahan ini berakar dari rasa takut. Misalnya, "Kalau saya tidak mendapat mainan ini sekarang, sampai kapan pun saya tidak akan dibelikan orangtua saya." Rasa takut ini kemudian digantikan oleh rasa sedih karena merasa dia tidak mendapat hal yang ia inginkan. Itu sebabnya, ia menunjukkan perilaku yang tidak menyenangkan.

Sebagai orangtua, hal terbaik yang perlu dilakukan pada situasi seperti ini bukanlah menyerah pada keinginan anak dan memenuhinya. Meskipun hal ini adalah solusi paling mudah, terutama apabila Anda sudah lelah atau masih harus mengurus anak lainnya. Sekali Anda menyerah,  anak akan kembali melakukan hal yang sama karena ia tahu dengan cara itu ia bisa mendapatkan keinginannya. Untuk itu,  Anda perlu lebih banyak berbicara dengan anak agar ia terbiasa untuk mengemukakan emosinya dengan cara yang lebih positif.

Lorenz juga memberikan beberapa hal penting yang perlu dilakukan orangtua saat anak mengamuk:
1. Tetaplah tenang dan berpikir jernih. Berfokuslah pada penyebab dia mengamuk dan abaikan perilaku buruknya, hingga akhirnya ia menyadari bahwa cara "berkomunikasi" seperti itu tidak membuahkan hasil.

2. Hindari menghukum anak. Berteriak atau bahkan memukul anak hanya akan membuat tantrumnya menjadi lebih parah. Dalam jangka panjang, perilaku ini akan ia pertahankan.

3. Jangan memberi apa yang ia inginkan. Menyerah pada keinginannya hanya akan membuatnya melegalkan aksi tantrum untuk mendapatkan yang ia inginkan.

4. Jaga agar anak tetap berada dalam keadaan aman meski sedang mengamuk.

5. Apabila memungkinkan, tempatkan dia di tempat yang khusus agar tidak mengganggu atau melukai orang lain ataupun dirinya sendiri.

6. Jangan biarkan reaksi negatif dari orang sekitar Anda memengaruhi bagaimana Anda menangani tantrum anak.

Read more ...

Stop Memberikan Hukuman Fisik terhadap Anak!

Ghiboo.com - Memberi hukuman kepada anak secara fisik tidak akan mengurangi kenakalannya tapi justru membuatnya lebih agresif.

Pernyataan ini dibuat berdasarkan hasil penelitian Universitas Manitoba dan Rumah Sakit Anak dari Timur Ontario selama 20 tahun terakhir.

Times of India menyebutkan kalau penulis studi Joan Duurant dan Ron Enson menemukan bahwa hukuman fisik membuat anak lebih agresif dan dapat membahayakan mereka dalam jangka panjang.

"Perilaku anak-anak ini akan lebih agresif dan tidak takut terhadap orangtua, saudara, teman mereka. Hukuman fisik juga berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan mental, seperti depresi, kecemasan dan penggunaan obat dan alkohol," ujar Durrant.

Ketika 500 orangtua dilatih untuk mengurangi ketergantungan mereka dalam menjatuhkan hukuman fisik, ternyata perilaku agresif anak ikut menurun. Sekarang hukuman fisik mulai ditinggalkan dan beralih ke upaya mendisiplinkan anak melalui pendekatan konstruktif.

Read more ...

Asyiknya Punya Anak, Bisa Turunkan Resiko Penyakit Jantung

Selasa, 27 September 2011

image REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA – Menjadi ayah mungkin penanda awal memasuki usia tua, tetapi bisa juga membuat seorang pria bertahan hidup.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Human Reproduction, menunjukkan bahwa para pria yang menjadi ayah lebih kecil kemungkinannya meninggal akibat serangan jantung daripada yang tidak memiliki anak.

Penelitian yang dilakukan oleh AARP—pemerintah AS bersama sejumlah universitas—ini merupakan yang terbesar, yang mencari tahu hubungan kesuburan pria dengan tingkat kematian dengan melibatkan hampir 138 ribu pria.

Sekalipun penelitian semacam ini tidak bisa membuktikan hubungan antara menjadi ayah dan tingkat kematian, sejumlah pakar penyakit jantung mengatakan ada banyak alasan untuk berpikir keduanya bisa saja saling berkaitan.

Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa perkawinan, memiliki banyak teman dan bahkan memelihara binatang dapat menurunkan resiko terkena masalah jantung dan kematian akibat gagal jantung. Dan bisa saja, anak-anak akan membantu merawat Anda, atau memberikan alasan pada kita agar lebih memerhatikan kesehatan diri sendiri.

Selain itu, juga tentunya dibutuhkan gen yang cukup baik bagi seorang ayah yang memiliki anak. Ketidakmampuan untuk memiliki anak bisa berarti kelemahan genetik yang dapat menyebabkan masalah jantung saat berada di jalan.

"Ada bukti yang menunjukkan bahwa tingkat kesuburan pria merupakan jendela bagi kesehatannya di kemudian hari," kata DR Michael Eisenberg, seorang spesialis urologis dan kesuburan dari Universitas Stanford.

Michael—yang memimpin penelitian ini—juga mencari tahu hubungan yang menyebabkan seorang pria tidak bisa memiliki anak.

Read more ...

Ingin Anak Berprestasi? Atur Durasi Tidurnya

Jumat, 23 September 2011

image TRIBUNNEWS.COM - Tidur merupakan suatu keharusan untuk bisa melakukan kegiatan di hari berikutnya. Durasi tidur pada malam hari ternyata sangat mempengaruhi kesehatan tubuh seseorang, apalagi pada anak-anak.

Sebuah penelitian yang melibatkan 142 siswa sekolah dasar dilakukan untuk membandingkan jumlah jam tidur dengan kinerja keterampilan akademik. Bila jam tidur anak-anak kurang dari sembilan jam biasanya menemukan kesulitan dalam belajar di sekolah keesokan harinya.

Anak-anak berusia enam dan tujuh tahun yang kurang tidur cenderung akan sulit berkomunikasi dan mengerjakan matematika. Keahlian mengeja, tata bahasa yang digunakan, serta pemahaman mereka juga terganggu. Memori dan kemampuan belajarlah yang terpengaruh.

Penelitian ini juga menemukan bahwa semakin banyak anak yang diijinkan menggunakan komputer dan televisi di kamar tidur mereka. Padahal, fasilitas ini memicu kurangnya tidur. "Saat ini ada kekhawatiran besar mengenai kebiasaan anak-anak menonton televisi, bermain game komputer atau video pada malam hari yang membuat mereka tidak tidur pada waktu yang sama setiap malamnya," kata Ramon Cladellas dari Universitas Autonomous di Barcelona.

"Kebanyakan anak waktu tidurnya kurang dari yang direkomendasikan, padahal ini penting untuk intelektual mereka. Bahkan, ini tidak dapat diperbaiki," tambah Cladellas.

Profesor Russell Foster, kepala ilmu saraf di Universitas Oxford mengatakan, "Sudah jelas bahwa tidur mulai pukul 21.00 hingga pukul 09.00 dapat mengoptimalkan kinerja kognitif anak." Kebiasaan buruk tidur larut malam mempengaruhi kinerja anak dalam tugas sehari-hari, dan membuat mereka sulit menemukan solusi dari masalah yang lebih kompleks.

Nah, jika anak-anak membutuhkan waktu tidur selama 9 - 11 jam, orang dewasa hanya perlu 6,5 - 8,5 jam saja.

Read more ...

Apa Pengaruh Penurunan Kadar Testosteron Pada Libido?

Rabu, 21 September 2011

image TRIBUNNEWS.COM - Sebuah studi yang dimuat di Proceedings of the National Academy of Sciences menyebutkan, saat laki-laki menjadi seorang ayah, tingkat hormon testosteronnya menurun. Lalu, apa dampak penurunan tersebut?

Dr. Lee Gettler, ilmuwan dari Northwestern University, melakukan penelitian tingkat testosteron pada 624 laki-laki Filipina berusia 21 tahun. Setelah lima tahun menjadi ayah, tingkat testosteron mereka menurun drastis hingga 34 persen. Penurunan terbesar terjadi pada mereka yang sering menghabiskan waktu bersama anak.

Menurut Dr. Gettler, ada sesuatu yang berubah ketika seorang laki-laki menjadi ayah yang aktif sehingga berkontribusi terhadap penurunan testosteron. Sementara Peter Gray, seorang ahli Antropologi di University of Nevada mengemukakan, "Seorang ayah dengan kadar testosteron yang rendah akan lebih sensitif terhadap isyarat dari bayi dibandingkan isyarat dari lawan jenisnya".

Meski demikian, penurunan tersebut tidak memengaruhi libido laki-laki. Justru sebaliknya, dalam banyak hal laki-laki merasa menjadi lebih bahagia. Christopher Kuzawa, ahli Antropologi di Northwestern University pun menegaskan, "Anda tidak butuh banyak testosteron untuk memiliki libido".

Read more ...

Voucher iklan autosubmit iklan murah
Voucher iklan autosubmit iklan murah

Entri kesehatan ter-Populer