Sponsored

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label rahim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rahim. Tampilkan semua postingan

Water Birth, Metode Melahirkan Tanpa Rasa Sakit

Minggu, 29 Januari 2012

image TRIBUNNEWS.COM - BERBAGAI metode melahirkan kini bisa dipilih para ibu dan calon ibu, mulai melahirkan secara normal, operasi sesar, hingga kini yang sedang tren, water birth. Semua metode itu bisa dipilih sesuai dengan keinginan dan tentu saja kondisi kesehatan si calon ibu.

Melahirkan memang merupakan momen penting bagi seorang wanita. Namun ada banyak wanita yang sangat bahagia ketika hamil, tapi takut untuk melahirkan. Tapi, wanita kini dapat melahirkan tanpa rasa sakit, bahkan penuh dengan kenyamanan.

Metode itu dikenal dengan nama water birth atau melahirkan dalam air. Metode ini mampu membuat si ibu rileks sehingga rasa sakit dan ketidaknyamanan akibat kontraksi dapat berkurang.

Melani Sastra (25) adalah satu dari banyak ibu yang melahirkan tanpa rasa sakit dengan metode ini. Ibu beranak satu ini mengaku sudah lama tahu mengenai water birth, tapi baru benar-benar mencari tahu ketika ia mengandung.

"Ketika akan melahirkan, dari bukaan 2 sampai bukaan 6 itu rasanya sakit sekali. Sampai nangis- nangis. Tapi setelah masuk ke air, rasa sakit itu berkurang," ujar wanita yang kini menetap di Brisbane, Australia, ini.

Sejak 9 Desember 2011, metode persalinan water birth sudah dapat dilakukan di Bandung. Galenia Mom & Child Center-lah yang menjadi tempat water birth pertama dan satu-satunya di Bandung untuk saat ini.

Meski terbilang baru, klinik yang berlokasi di Jalan Badak Singa No 8 ini sudah berhasil menarik perhatian banyak calon ibu yang berasal dari Bandung dan luar Bandung. Bahkan menurut dr Aviasti Pratiwi Andayani, Direktur Medis Galenia Mom & Child Center, sudah ada calon ibu yang booking hingga bulan Agustus. Itu membuktikan water birth ini sedang digandrungi.

Water birth sudah menjadi bagian dari gaya hidup wanita masa kini. Water birth ternyata bukan sekadar metode persalinan. Banyak juga manfaat water birth ini baik untuk bayi maupun untuk sang ibu.

Metode ini dapat menurunkan risiko cedera kepala bayi, meminimalkan trauma persalinan, dan meningkatkan peredaran darah pada bayi. Untuk sang ibu, metode ini punya lebih banyak lagi manfaat.

Si ibu akan merasa lebih rileks karena semua otot yang berkaitan dengan proses persalinan menjadi elastis. Proses mengejan pun akan lebih mudah sehingga rasa nyeri tidak akan terlalu terasa. Dengan metode ini pun, proses bukaan jalan lahir akan berlangsung lebih cepat.

Pada proses water birth, si ibu yang sudah mengalami pembukaan delapan akan ditempatkan di kolam karet berdiameter 1,5 meter yang telah berisi air hangat yang suhunya sudah disesuaikan dengan suhu tubuh ibu sehingga ketika bayi terlahir proses transisi ke dunia baru pun akan lebih lembut.
Setelah sekitar 3-5 detik bayi "berenang", bayi langsung diangkat dan diberikan ke ibunya untuk inisiasi menyusui dini (IMD) dalam pelukan ibu. "Bayi tidak akan dipisahkan dari sang bunda sehingga tercipta bonding (ikatan) antara ibu dan anak sejak dini," ujar dr Avi. (*)

Read more ...

Cegah kanker serviks dengan Vaksinasi

Jumat, 22 Oktober 2010

Kanker leher rahim atau yang dikenal dengan kanker serviks merupakan kanker yang sangat berbahaya bagi para wanita. Pada tahun 2006 saja di Amerika Serikat diperkirakan ada sekitar 9.710 kasus yang didiagnosa dan 3.700 di antaranya diperkirakan akan meninggal karena penyakit ini. Secara global, kanker serviks merupakan penyakit kanker nomor dua yang paling sering menyebabkan kematian pada wanita. Dengan jumlah yang terdiagnosa baru sekitar 510.000 kasus dan diperkirakan 288.000 akan meninggal.

Sekitar 70% dari kanker serviks ini disebabkan oleh human papilloma virus(HPV) tipe 16 dan 18. Selain menyebabkan kanker serviks, HPV tipe 16 dan 18 ini juga menyebabkan kanker anal (dubur), kanker vulva (bibir kemaluan wanita), vagina, penis dan saluran kemih. Informasi lebih lanjut mengenai kanker mulut rahim ini sendiri dapat dibaca pada direktori penyakit kami.

Sekarang telah dikembangkan dua macam vaksinasi untuk memberikan perlindungan ekstra terhadap HPV ini. Vaksin ini merupakan kapsul luar dari virus yang mati. Dengan pemberian vaksin ini diharapkan tubuh membentuk daya tahan terhadap virus hidup yang mungkin masuk nantinya sehingga mengurangi kejadian penyakit kelamin yang diakibatkan oleh HPV. Kedua macam vaksin itu yaitu Cervarix (GlaxoSmithKline) yang melindungi HPV tipe 16 dan 18, dan Gardasil (Merck & Co., Inc) yang melindungi HPV tipe 6, 11, 16, dan 18.

Mengapa Gardasil melindungi sampai empat tipe HPV?

Karena diharapkan dengan perlindungan empat tipe tersebut dapat mengurangi kejadian kutil yang lain pada alat kelamin dan mengurangi kejadian papillomatosis (semacam kutil) pada pangkal tenggorokan.

Bagaimana keberhasilan vaksinasi ini?

Hingga sekarang, penelitian menunjukkan keberhasilan vaksin ini masih dilaporkan 100% pada infeksi HPV tipe spesifik dan perubahan awal sebelum menjadi kanker.

Bagaimana keamanan vaksinasi ini?

Pada Gardasil maupun Cervarix hanya didapatkan sedikit masalah. Masalah yang terjadi selama penelitian berlangsung seperti kemerahan, nyeri dan bengkak pada daerah penyuntikan, demam, sakit kepala, pingsan, dan mual. Namun pada pemberian Gardasil pada ibu hamil atau yang hamil 30 hari setelah pemberian vaksinasi dilaporkan ada yang mengalami keguguran, lahir prematur, dan melahirkan bayi yang cacat. Cervarix menganjurkan agar tidak hamil hingga dua bulan setelah vaksinasi.

Berapa lama saya akan terlindung setelah pemberian vaksinasi ini?

Sampai saat ini belum ada angka yang pasti tentang masa perlindungan setelah pemberian vaksinasi ini dan masih terus dilakukan penelitian akan hal ini.

Berapa usia yang tepat untuk dilakukan vaksinasi?

Vaksinasi paling baik dilakukan sebelum paparan terhadap HPV ini dimulai, yaitu usia sebelum melakukan hubungan badan. Pada penelitian, peserta paling muda yang aman untuk menerima vaksinasi Gardasil ialah 16 tahun sedangkan pada Cervarix 15 tahun. Namun pada salah satu penelitian dilakukan juga pada wanita yang telah melakukan hubungan badan sebelumnya dan keberhasilannya masih menunjukkan 100%.

Bagaimana cara pemberian vaksin ini?

Pemberian Gardasil ialah dengan tiga kali penyuntikan pada lengan atas atau paha samping selama 6 bulan dengan interval waktu antara dosis pertama dengan dosis kedua selama 2 bulan, dan interval dosis kedua dengan dosis ketiga selama 4 bulan. Sedangkan pada Cervarix diberikan dengan interval waktu antara dosis pertama dengan dosis kedua selama 1 bulan, dan interval dosis kedua dengan dosis ketiga selama 5 bulan.

Bolehkah pria juga dilakukan vaksinasi?

Penelitian vaksinasi pada pria hanya ada pada Gardasil. Pemberian vaksinasi pada pria direkomendasikan guna mencegah kutil pada alat kelamin, menularkan infeksi yang dapat menyebabkan kutil maupun kanker pada partner seksual, mencegah kanker anal, penis, oral (mulut), kepala dan leher, dan papillomatosis pada saluran pernafasan.

 

Sumber : tanyadokteranda.com

Daftar Pustaka

Saslow D, Castle PE, Cox JT, Davey DD, Einstein MH, Ferris DG; American Cancer Society Guideline for Human Papillomavirus (HPV) Vaccine Use to Prevent Cervical Cancer and Its Precursors. CA Cancer J Clin; 2007;57:7-28.

GARDASIL Prescribing Information

CERVARIX Prescribing Information

Read more ...

Voucher iklan autosubmit iklan murah
Voucher iklan autosubmit iklan murah

Entri kesehatan ter-Populer