Sponsored

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bayi. Tampilkan semua postingan

Berbagai Mitos Pertumbuhan Bayi

Minggu, 05 Juli 2015

Tak semua mitos itu salah, karena ada juga yang mengandung kebenaran. Namun begitu, segala sesuatu yang menyangkut perawatan bayi lebih baik dikonsultasikan pada dokter. Anjuran dokter sudah dibuktikan kebenarannya secara ilmiah, sedangkan mitos sangat sumir buktinya.

...segala sesuatu
yang menyangkut perawatan bayi
lebih baik dikonsultasikan pada dokter.
Anjuran dokter sudah dibuktikan
kebenarannya secara ilmiah,...

Saat dianugerahi momongan, biasanya orang-orang di sekitar akan memberikan wejangan sebagai bentuk perhatian mereka. Namun, wejangan itu seringkali terdengar tidak logis, bahkan menakutkan, seperti, "Waduh Jeng, kok, baju si Adek direndem? Nanti dia masuk angin, lo," atau "Untuk anak, kok, sungkan-sungkan. Dibedong yang kuat supaya anakmu tidak kagetan dan masuk angin." Bingung, kan. Apa hubungannya baju yang direndam dengan masuk angin?

Memang, seperti diakui dr. Adi Tagor, SpA, DPH dari RS Pondok Indah, Jakarta, mitos seputar perawatan bayi yang beredar di Indonesia cukup banyak, dari Sabang sampai Merauke. Menariknya, tidak semua mitos itu salah sekalipun munculnya hanya berdasarkan pengamatan orang-orang tua saja, tanpa suatu penelitian ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan.
Berikut mitos-mitos yang masih kerap kita temukan.
GURITA MENCEGAH PERUT BUNCIT & PUSAR BODONG
Pendapat ini, menurut Adi, kurang tepat, karena semua bayi perutnya memang lebih besar daripada dada. Semakin bertambah usianya, perut akan kelihatan mengecil.
Begitu juga dengan pusar bodong. Tanpa gurita, pusar bayi pun lama-kelamaan akan masuk ke tempatnya. Sebaliknya, kalau memang bakatnya bodong, sekalipun memakai gurita, tetap saja akan bodong.
Gurita sebaiknya tidak dipakai karena bisa membuat anak tertekan, khususnya di bagian limpa, jantung, lever, juga membuat bayi susah bernapas.
BEDONG MEMBUAT KAKI TIDAK BENGKOK
Konon, selain ampuh meluruskan kaki bayi yang bengkok, bedong juga membuatnya tidak cepat masuk angin, tidur nyenyak, dan tidak kagetan. Apalagi kalau bedongannya dibuat sekuat mungkin atau istilahnya "dibedong lontong".
Asal tahu saja, antara kaki bengkok dengan bedong tidak ada hubungannya sama sekali. Semua kaki bayi memang bengkok. Nanti, dengan semakin kuatnya tulang anak dan kian besarnya keinginan untuk bisa berjalan, kaki anak akan lempeng sendiri. Perkembangan fisiologis kaki memang seperti itu.
Juga, anggapan bahwa dengan dibedong anak jadi tidak kagetan tentu tidak benar. Ingat, kan, kaget saat bayi tidur adalah gerak refleks moro, dan itu wajar terjadi. Sekalipun dia dibedong, refleks moro tetap akan terjadi, hanya saja tidak kelihatan karena tertahan oleh bedong.
Namun, jika bedong dianggap bisa mencegah masuk angin dan tidur jadi nyenyak, itu memang benar. Dengan dibedong, bayi seperti dipeluk dan merasa nyaman, selain juga hangat. Asalkan longgar, bedong tak akan jadi masalah. Jika membedongnya terlalu kuat, hal itu akan menghambat gerakan bayi dan membuatnya susah bernapas karena tertekan.
JANGAN KELUAR RUMAH SEBELUM 40 HARI
Hal ini betul dan dalam ilmu kedokteran pun diakui. Alasannya, daya tahan tubuh bayi baru lahir masih sangat rendah, malah hampir tidak ada. Jadi, kalau ada kuman atau virus yang masuk ke dalam tubuhnya, anak akan langsung sakit.
ARI-ARI HARUS DIKUBUR
Kepercayaan yang satu ini secara medis tidak ada hubungannya dengan kesehatan atau perkembangan maupun pertumbuhan bayi. Jadi secara medis, kalaupun ari-ari dibuang begitu saja tidak akan ada masalah.
Hanya saja, Adi pun menganjurkan agar ari-ari atau plasenta itu tidak dibuang begitu saja. Takutnya, ada orang yang akan menyalahgunakan ari-ari dan plasenta ini untuk berbagai tujuan. Asal tahu saja, pada ari-ari dan tali pusat terdapat jaringan yang bisa dijadikan bahan dasar kosmetik. Selain itu, dalam plasenta maupun tali pusat terdapat stem cell, yang merupakan bibit kloning paling sempurna untuk membuat manusia baru. Tidak heran jika di negara-negara maju sudah dibuat undang-undang yang melarang penggunaan stem cell sebagai bibit kloning.
DIGUNDULI AGAR RAMBUT JADI TEBAL
Dalam hukum biologi, sesuatu yang tumbuh seperti halnya rumput atau daun, jika dipangkas untuk selanjutnya akan tumbuh lebih cepat. Begitu juga dengan rambut. Jadi, mitos ini ada benarnya. Hanya saja, perlu diketahui, sekalipun tidak digunduli, rambut bayi bisa saja tumbuh tebal kalau memang rambutnya berbakat tebal.
MENJEMUR BAYI BISA MENGHILANGKAN KUNING
Selain bisa menghilangkan kuning, banyak yang beranggapan menjemur bayi juga akan membuat tulang bayi jadi semakin kuat. Hal itu memang benar. Namun sebenarnya tidak berlaku untuk negara kita yang berada di daerah khatulistiwa, di mana pantulan sinar matahari dari tembok sudah overdosis untuk mengubah pro-vitamin D di kulit menjadi vitamin D.
Jadi, cukup punggungnya saja yang sudah ditelanjangi untuk dijemur. Waktunya pun sebaiknya sebelum jam 9 pagi, di mana sinar biru yang terdapat pada sinar matahari masih ada. Sinar biru ini bisa membantu lever menurunkan kadar bilirubin. Namun, jangan sampai sinar matahari menerpa langsung mata anak, karena bisa merusak retinanya. Pun, jika kuningnya telah hilang, anak tidak usah dijemur lagi. Bisa-bisa, anak malah terkena kanker kulit. Jika bayi tidak kuning, ia tidak perlu dijemur seperti ini.
EMBUN PAGI DI RUMPUT MEMBUAT ANAK CEPAT BERJALAN
Hal ini ada betulnya, walaupun hanya berdampak sedikit. Embun pagi memang bisa merangsang saraf-saraf tekan yang ada di telapak kaki anak yang nantinya akan diteruskan ke otak. Saat kakinya diletakkan di atas rumput, anak akan merasa nyaman seperti dipijat dan itu akan memancingnya untuk melangkah. Jadi, kalau di Jawa terdapat upacara injak tanah untuk mengantar bayi belajar melangkah, maka hubungannya dengan perkembangan motorik memang ada.
MENJEMUR PAKAIAN BAYI JANGAN LEWAT MAGHRIB
Konon, kebiasaan itu akan membuat bayi cepat sakit, khususnya sakit kulit. Secara medis sebenarnya kepercayaan itu ada benarnya, meskipun tidak secara langsung. Sore hari menjelang Maghrib adalah waktu keluarnya binatang kecil (serangga) dan polen (serbuk sari bunga). Nah, jika baju anak masih di luar, ada kemungkinan serangga dan polen akan menempel di baju tersebut, sehingga saat dipakai akan menimbulkan gatal-gatal di kulit. Namun, keluhan ini hanya berlaku bagi anak yang alergi, lo.
SIMPANLAH KITAB ATAU BARANG SUCI DI DEKAT TEMPAT TIDUR BAYI
Dengan begitu, katanya, bayi akan lebih tenang, serta bisa menjadi anak yang saleh dan baik, selain juga dijauhkan dari pengaruh buruk makhluk jahat. Secara medis, menurut Adi, menaruh kitab atau benda suci di dekat bayi tidak ada hubungannya dengan kondisi bayi. Namun, secara spiritual mungkin saja. Itu pun, lebih kepada pengamalan isi kitab sucinya. Jadi akan lebih bermanfaat bila dibaca dan dijalankan, bukan sekadar diletakkan di dekat tempat tidur bayi.
MENGULUM BIBIR TANDA MAU TUMBUH GIGI
Memang betul, itulah ciri anak akan tumbuh gigi. Namun, jika demam yang menyertai proses tumbuh gigi ini malah dikatakan akibat bayi melihat makhluk halus, itu sama sekali tidak benar.
MENCRET PERTANDA JADI PINTAR
Hal ini, menurut Adi, secara medis bisa dibenarkan. Pasalnya, mencret bisa disebabkan oleh timbulnya enzim-enzim baru yang gunanya meningkatkan penyerapan zat gizi dari makanan. Penyerapan zat gizi itulah yang membuat anak pintar.
ANAK MAIN LUDAH PERTANDA RAMBUT IBU AKAN RONTOK
Kepercayaan ini sama sekali tidak benar. Main ludah dari segi medis justru menjadi pertanda baik, yaitu tubuh anak menyimpan cukup cairan. Demikian pula jika anak ngeces (air liurnya turun). Malah, yang harus dipertanyakan dan diperiksa adalah jika anak tidak main ludah dan tidak ngeces.
REWEL SAAT MAGHRIB, PERTANDA MELIHAT MMAKHLUK GAIB
Saat senja atau maghrib sebetulnya sedang terjadi pergantian cuaca, angin, suhu, dan kelembapan atau istilahnya sedang terjadi circadian rhythm. Nah, karena bayi masih sangat sensitif terhadap kejadian alam, maka tak jarang ia merasa tidak nyaman dengan perubahan itu. Hal ini ditunjukkan dengan cara menangis.
Akibat bayi sering rewel di waktu tersebut, para orang tua lalu melarang anak-anak dibawa keluar rumah saat maghrib atau saat sedang pergantian dari sore menuju maghrib, dan sesudah maghrib sebelum Isya.
ANAK KORENGAN PERTANDA ADA BAJUNYA YANG TERBAKAR
Hal ini tidak ada hubungannya sama sekali. Yang jelas, pada tubuh kita, terlebih bayi, terdapat beribu-ribu kuman. Nah, mungkin saja saat daya tahan tubuhnya lemah, ada sebagian kecil kulitnya yang terbuka dan dimasuki kuman. Dari situ, terjadilah korengan.
POPOK/BAJU YANG TERLALU LAMA DIRENDAM AKAN MEMBUAT BAYI MASUK ANGIN
Ini sama sekali tidak ada hubungannya. Namun, masuk angin mungkin terjadi jika baju atau popok yang dipakai anak memang masih lembap. Oleh karena itulah baju/popok/celana yang akan kita kenakan pada anak harus benar-benar kering.
JIDAT JENONG PERTANDA ANAK PINTAR
Besar ukuran kepala, jidat jenong, maupun rambut sulah (jidat atas tidak tertutup rambut) diyakini sebagian masyarakat sebagai ciri anak pintar. Menurut Adi, hal ini sama sekali tidak ada hubungannya.

sumber: lovingmom.blogspot.com

Read more ...

Tips Stimulasi Motorik Kasar dan Halus Bayi Usia 0 - 3 Bulan

Selasa, 12 Mei 2015

informasitips.com – Sudah menjadi tugas orang tua untuk memberikan yang terbaik dalam proses tumbuh kembang buah hati tercinta. Agar keterampilan motorik bayi tumbuh dan berkembang secara optimal, Anda perlu memahami tahap-tahap perkembangannya dan memberikan stimulasi (rangsangan) yang tepat sesuai dengan tahapan usia bayi. Hal ini penting karena jika terjadi keterlambatan atau gangguan pada kemampuan motoriknya bisa segera terdeteksi dan dikoreksi.
Pada umumnya perkembangan motorik dibedakan menjadi dua yaitu motorik kasar dan motorik halus :
  • Motorik kasar adalah bagian dari aktivitas motorik yang mencakup keterampilan otot-otot besar, misalnya merangkak, tengkurap, mengangkat leher dan duduk.
  • Motorik halus adalah bagian dari aktivitas motorik yang melibatkan gerak otot-otot kecil, seperti mengambil benda kecil dengan ibu jari dan telunjuk, menggambar dan menulis.
Stimulasi motorik kasar dan halus untuk bayi usia 0 - 3 bulan
Dalam artikel ini, akan dibahas tentang stimulasi/rangsangan fungsi motorik yang bisa diberikan orang tua untuk bayi usia 0 – 3 bulan. Stimulasi motorik kasar dan halus untuk tahapan usia lainnya akan dijelaskan di artikel selanjutnya.
Bayi baru lahir
Pada saat ini refleks tubuh bayilah yang bekerja sempurna. Gerakan refleks adalah gerakan-gerakan yg terjadi secara otomatis, tanpa bayi sadari. Seiring dengan waktu, gerak refleks ini akan tergantikan dengan gerak motor kasar. Beberapa gerak refleks yang dimiliki bayi adalah :
  1. Refleks menghisap (sucking reflex)
    Bayi akan melakukan gerakan menghisap ketika Anda menyentuhkan puting susu ke ujung mulut bayi.
  2. Refleks menggenggam (palmar grasp reflex)
    Bayi Anda akan otomatis menggenggam jari Anda ketika Anda menyodorkan jari telunjuk kepadanya.
  3. Refleks leher (tonic neck reflex)
    Akan terjadi peningkatan kekuatan otot (tonus) pada lengan dan tungkai sisi ketika bayi Anda menoleh ke salah satu sisi.
  4. Refleks mencari (rooting reflex)
    Ketika pipi bayi Anda disentuh maka otomatis mulutnya akan terbuka dan memalingkan wajahnya ke arah sentuhan.
  5. Refleks Moro (Moro reflex)
    Refleks ini berbeda dengan refleks lainnya yang termasuk dalam ketegori gerakan motor. Menurut para ahli, refleks moro ini termasuk reaksi emosional yg timbul dari kemauan atau kesadaran bayi dan akan hilang dengan sendirinya dalam waktu yg singkat. Refleks moro ini timbul ketika bayi dikejutkan secara tiba-tiba atau mendengar suara yang keras. Bayi melakukan gerakan refleks dengan melengkungkan punggungnya dan mendongakkan kepalanya ke arah belakang. Bersamaan dengan gerakan tersebut, kaki dan tangan bayi digerakkan ke depan. Reaksi yang berlangsung sesaat ini pada umumnya diiringi dengan tangisan yang keras.
Beberapa tips yang perlu diketahui orang tua sebelum memberikan stimulasi motorik untuk bayi:
  1. Berikan waktu khusus selama kurang lebih 15 menit untuk melakukan stimulasi ini dan yakin kan bahwa diri Anda bebas dari berbagai gangguan, seperti memasak dan pekerjaan rumah tangga lainnya.
  2. sebaiknya Anda berkuku pendek dan tangan harus dalam keadaan bersih.
  3. Lepaskan semua perhiasan yang Anda pakai seperti cincin dan gelang, untuk meminimalkan kemungkinan kulit bayi tergores.
  4. Baringkan bayi di atas tempat yang luas dengan permukaan rata misalnya kasur atau busa tebal.
  5. Putarlah musik berirama lembut untuk didengar agar bayi lebih rileks dalam melakukan latihan-latihan yang dapat meningkatkan perkembangan motoriknya.
  6. Rangsangan dapat dilakukan setelah bayi mandi, cium perutnya, jari kakinya dan jari tangannya dengan lembut. Stimulasi yang lembut ini akan membantu bayi Anda membangun kesadaran mengenai berbagai bagian dari tubuhnya.
Usia bayi 1 bulan:
  • Stimulasi motorik kasar: Bayi sudah memiliki refleks untuk menggerakkan tangan dan kakinya sejak lahir. Di usianya yang menginjak satu bulan, bayi mulai belajar untuk menggerakkan tangan dan kakinya ke atas. Untuk membuat ototnya semakin kuat, Anda bisa memberikan stimulasi dengan cara menggantungkan mainan yang mengeluarkan bunyi dan memiliki warna-warna mencolok di tempat tidurnya. Hal ini dapat merangsang bayi untuk menarik tangannya ke atas dan berusaha menggapainya.
    Cara lain adalah dengan memegang mainan berbunyi yang menarik di sisi kanan atau kiri (bukan tepat di depan) bayi Anda. Buat bayi Anda agar mau sedikit berusaha menggapai benda yang diinginkannya. Stimulasi ini dapat melatih koordinasi mata – tangan, atau koordinasi mata – kaki. Anda pun bisa menggerak-gerakkan kakinya sambil bernyanyi dan bermain.

  • Stimulasi motorik halus: Untuk menguatkan jari-jarinya, berikan rangsangan dengan cara menyentuh telapak tangan bayi dengan kedua telunjuk Anda. Biarkan bayi menggenggam sejenak dan tarik perlahan kedua tangannya. Anda juga dapat meletakkan mainan yang mengeluarkan suara di tangan bayi Anda. Ini akan sangat menarik baginya karena bayi mulai menyadari gerakan yang dilakukannya dapat menghasilkan bunyi.
Usia bayi 2 bulan
  • Stimulasi motorik kasar: Di bulan kedua dalam hidup bayi, gerakan refleksnya akan mulai menghilang dan muncul gerak motor kasar. Baringkan bayi Anda dalam keadaan tengkurap dan goyangkan mainan yang berbunyi di atas kepalanya, juga di sisi kanan dan kirinya.
    Rangsangan juga dapat diberikan dengan mememanggil nama bayi Anda dari arah depan atau
    membelai kepala dan leher belakangnya. Si kecil akan mengangkat kepalanya dan ini sangat baik untuk melatih otot lehernya agar semakin kuat.
    Sebaiknya jangan terlalu sering menggendong bayi Anda atau menaruhnya di ayunan, sebab bayi tidak akan memiliki kesempatan untuk belajar tengkurap. Selain merupakan terapi mencegah peyang pada kepala bayi, tengkurap juga melatih dan menguatkan otot perut dan leher bayi.
    Tengkurap juga memberikan sudut pandang baru untuk bayi selain posisi terlentang. Hal yang harus Anda perhatikan adalah jaga posisi kepala bayi agar tetap bisa bernapas. Rangsangan bisa sering dilakukan dan lama waktunya bertahap sesuai perkembangannya, jangan terlalu dipaksakan apabila bayi menolak/menangis keras untuk mencegah cedera pada otot lehernya.
  • Stimulasi motorik halus: Rangsangan ini dapat diberikan saat Anda sedang menyusui atau tidak melakukan sesuatu. Ketika bayi mengepalkan telapak tangannya, Anda bisa membuka kepalan tangannya dengan lembut, sentuh jari – jarinya satu persatu, dan luruskan. Anda bisa melakukan latihan ini sambil bernyanyi kepada bayi Anda.
    Agar kemampuan menggenggamnya semakin kuat, dan sekaligus melatih perkembangan indera penglihatan dan pendengarannya Anda bisa memberikan telepon mainan kepadanya. Bayi akan mendengar suara dan melihat kelap-kelip lampu sambil menggenggam telepon mainannya.
Usia bayi 3 bulan :
  • Stimulasi motorik kasar: Baringkan bayi Anda di kasur/busa tebal yang luas dalam posisi terlentang. Kemudian sedikit demi sedikit bantu bayi membalikkan posisi tubuhnya. Rangsangan ini dapat melatih bayi Anda untuk dapat berguling dari posisi tengkurap ke terlentang dan bahkan merangsangnya untuk dapat berpindah dari posisi terlentang ke tengkurap.
    Anda juga dapat memberikan stimulasi dengan cara meletakkan bayi Anda dalam keadaan tengkurap dan pertemukan kedua telapak kakinya sampai saling menempel. Buka kedua telapak kakinya dengan sisi-sisi dalam kaki tetap saling menyentuh. Lakukan gerakan buka tutup ini berulang kali. Rangsangan ini dapat meningkatkan kekuatan otot perut dan tulang belakang bagian bawah bayi Anda.
    Untuk membuat otot kakinya semakin kuat, dalam keadaan terlentang pegang kedua kaki bayi Anda dengan kedua tangan dan lakukan gerakan memutar dengan lembut atau seperti gaya mengayuh sepeda di udara.
  • Stimulasi motorik halus: Di usia ini bayi suka sekali memainkan dan mengamati kedua tangannya, membuatnya saling menyentuh dan menyatukannya. Sering-seringlah memberi pijatan lembut pada jari-jari bayi Anda. Berikan mainan lembut yang memiliki warna-warna menyolok dan bisa mengeluarkan bunyi untuk memancingnya bereaksi. Biarkan bayi memperhatikan dan menggenggamnya.
    Stimulasi lain untuk mengoptimalkan perkembangan motorik bayi, yakni dengan memegang jari-jari tangannya dan lakukan gerakan lengan yang menyilang di dadanya, lalu kembalikan ke samping tubuhnya. Lakukan bergantian letak lengan yang saling menyilang. Manfaat dari rangsangan ini adalah untuk meningkatkan kekuatan otot lengan atas, bahu dan punggung bagian atas.
Semoga bermanfaat!
Read more ...

Ingin ASI Banyak? Makan Makanan Ini

Senin, 03 November 2014

Selain untuk kesehatan ibu setelah melahirkan, nutrisi yang mencukupi juga dibutuhkan bayi sebab akan memengaruhi kualitas dan kuantitas ASI. Misalnya, makanan yang kaya zat besi karena ibu kehilangan banyak darah saat melahirkan dan asupan berkalsium agar produksi ASI tetap lancar.
Nah, berikut ini adalah pilihan makanan yang tepat usai melahirkan:
Menyusui Saat Berpuasa itu Menyehatkan, Asal…Menyusui Saat Berpuasa itu Menyehatkan, Asal…
1. Produk susu rendah lemak
Beberapa produk susu rendah lemak seperti yoghurt, susu, atau keju  dapat membuat produksi ASI lebih banyak. Makanan ini juga mengandung protein, vitamin B, dan vitamin D serta sumber kalsium terbaik yang dapat membantu perkembangan dan pertumbuhan tulang bayi. 
2. Telur
Telur adalah kombinasi sempurna dari lemak dan protein yang diperlukan wanita dalam diet sehat setelah melahirkan. Telur bisa membantu menjaga tubuh tetap kuat dan baik untuk perkembangan otak bayi.
3. Ikan salmon
Ikan salmon bagus untuk otak dan saraf bayi karena mengandung asam lemak Omega-3. Ikan salmon juga baik untuk kesehatan jantung. 
4. Daging sapi
Daging sapi memiliki kandungan protein, zat besi, dan vitamin B12. Nutrisi-nutrisi tersebut baik untuk mengembalikan energi setelah melahirkan dan meningkatkan kualitas ASI.
5. Kacang-kacangan
Kacang hitam dan kacang merah kaya akan zat besi dan mengandung banyak protein nabati sehingga bisa  memperbanyak produksi ASI.
Selamat mencoba!
Ditinjau oleh dr. Fransisca Alvionita
Sumber: www.meetdoctor.com
Read more ...

Keseringan Dibedong dan Pakai Stroller Ancam Pertumbuhan Otak Bayi

Rabu, 29 Oktober 2014

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Daniel Ngantung
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ada ungkapan yang mengatakan segala sesuatu yang berlebihan tidaklah baik. Termasuk pula urusan bedong-membedong dan kereta bayi (stroller).
Terlalu sering membedong bayi dan meletakkannya di stroller rupanya dapat mengganggu perkembangan otak mereka. Konsekuensinya akan terasa saat mereka dewasa kelak.
Otak sedang pesat-pesatnya berkembang selama 1.000 hari atau sekitar 3 tahun sejak pembuahan. Masa ini disebut periode emas. Otak yang bertumbuh optimal selama masa itu akan menghasilkan anak yang cerdas dan berkarakter.
Setelah periode emas berlalu, perkembangan otak mulai melamban. Setiap harinya otak tumbuh lebih lambat dari hari sebelumnya.
Selain asupan nutrisi yang baik, perkembangan otak yang optimal selama periode emas juga sangat bergantung pada intensitas stimulasi-stimulasi fisik orang tua.
Irene F. Mongkar, Pakar Stimulasi Anak, saat acara Prenagen Pregnancy Educational Journey di Kota Kasablanka, akhir pekan lalu, mengatakan stimulasi atau rangsangan tersebut terbagi atas dua jenis, rangsangan sensorik dan motorik.
Rangsangan sensorik mencakup segala sesuatu yang berkaitan dengan panca indra manusia, seperti melihat, meraba, dan mendengar.
Oleh karena itu, Irene mewanti-wanti para ibu dan ayah untuk lebih sering melakukan kontak fisik dengan bayinya.
"Bayi sangat membutuhkan kehangatan orang tuanya. Jadi ketimbang menaruhnya di stroller, lebih baik Anda menggedongnya. Mana yang lebih berat? tas yang berisi susu dan perlengkapan bayi atau bayi Anda?" ujar Irene di acara yang dihadiri ratusan orang tua itu.
Sementara rangsangan motorik berhubungan dengan gerak tubuh manusia. Sangat disarankan, para orang tua memberikan kesempatan bayinya bergerak sebebas-bebasnya. Biarkan bayi leluasa menggunakan tangan, kaki, mata, dan mulutnya.
"Oleh karena itu, bayi jangan terlalu sering dibedong supaya mereka bebas bergerak," ujar Irene.
Fase merangkak juga termasuk dalam rangsangan ini. Orang tua sebaiknya jangan terlalu senang dulu jika anaknya sudah bisa berjalan. Bila belum terlalu fasih berjalan, biarkan bayi merangkak.
Menurut Irene, merangkak sangat penting sebagai langkah awal bayi melawan gravitasi untuk melawan kelumpuhan.
"Merangkak juga melatih bayi mengenal dunia tiga dimensi, misal ketinggian dan kedalaman," kata Irene yang memiliki pusat pelatihan bayi dan orang tua di kawasan Gading Serpong, Tangerang,
Beberapa fungsi merangkak lainnya antara lain melatih konvergensi, meningkatkan konsentrasi, melatih posisi langkah dengan sempurna, belajar keseimbangan, memperkuat tangan sebagai bekal kemampuan untuk menulis.
Read more ...

Waspadai bahaya parfume pada bedak bayi

Selasa, 13 Mei 2014

Bedak bayi memiliki keunggulan mampu melembutkan kulit buah hati serta menyembuhkan ruam yang mengganggu. Kulit kemerahan yang terasa perih juga bisa sembuh lebih cepat berkat bedak bayi. Produk perawatan bayi ini tidak hanya mengandung bahan yang dapat menyembuhkan luka lebih cepat, namun juga mengandung substansi yang membuatnya wangi dan segar. Nah, parfum yang dikandung dalam bedak bayi sebenarnya tidak direkomendasikan oleh para dokter mengingat aroma buatan ini tidak baik untuk kesehatan bayi. Bagaimana bisa? Ini dia penjelasannya.

Parfum memang mampu memberikan kepercayaan diri yang luar biasa apalagi jika merek parfum tersebut terkenal dan dicari banyak orang. Namun, tidak seperti manfaatnya yang membuat tubuh Anda makin harum, parfum nyatanya memiliki efek samping tidak terduga yang dapat membahayakan kesehatan. Yang lebih membahayakannya lagi adalah ketika parfum yang dikandung memiliki aroma yang terlalu tajam dengan warna mencolok.

Parfum dalam bedak bayi banyak mengandung senyawa kimia yang jumlahnya seringkali tidak dituliskan pada kemasan. Houlihan, wakil presiden dari badan penelitian EWG ( Environmental Working Group) mengatakan bahwa dari sebuah parfum, terdapat 17 jenis senyawa kimia dan hanya 3 jenis saja yang dituliskan pada label produk.

Sama seperti senyawa yang terkandung dalam sebotol parfum, pewangi dalam bedak bayi juga memiliki kandungan berbahaya yang mampu membuat si Kecil mengalami alergi. Respons berupa alergi ini bervariasi dari yang ringan hingga berat seperti pusing, bersin dan asma. Tidak menutup kemungkinan buah hati Anda akan mengalami batuk, muntah hingga iritasi kulit. Pusing dan batuk merupakan tanda bahwa saraf dalam tubuh tidak bisa menerima keberadaan senyawa kimia di sekitarnya.

Saraf yang cenderung sensitif ini pada akhirnya secara perlahan menuntun pengguna bedak bayi harum pada kerusakan sistem saraf. Beberapa gejala bahwa bayi atau Anda sudah tidak boleh menggunakan bedak bayi atau produk beraroma adalah depresi, hiperaktif, mudah mengalami iritasi kulit, mudah sakit dan beberapa perubahan perilaku atau kondisi fisik lainnya.

Nah, melihat pengaruh parfum pada bedak bayi yang cukup mengkhawatirkan, Ibu baiknya mengurangi penggunaan bedak bayi dengan tambahan pewangi berbau tajam, begitu pula dengan parfum yang Anda gunakan sendiri. Ingat Moms, tubuh bayi kesayangan masih terlalu lemah untuk dapat menoleransi aroma menyengat dari parfum. Selain karena belum mampu menoleransi, Anda juga patut menjaga kesehatan buah hati dengan memilih bedak bayi yang terbuat dari bahan alami dengan kandungan parfum yang minim. Apalagi saat ini sudah ada banyak sekali produk yang tidak mengandung parfum sama sekali sehingga sangat aman digunakan oleh si Kecil.

Yuk Moms, bijak memilih perlengkapan bayi yang aman bagi buah hati!
SUmber: yahoo
Read more ...

Kol Meredakan Bangkak Payudara Ibu Menyusui

Jumat, 04 April 2014

kol
*gambar dari sini
Dua hari pascamelahirkan lewat operasi caesar, payudara saya terbendung ASI. Jangan tanya rasanya, bayangkan Mommies membawa 2 batu kali yang besar di dada ditambah rasa sakit dan linu setiap kali kedua tangan digerakkan. Duh, saat itu saya sampai menangis, berhubung si kecil masih belajar menyusu, jadi isapannya masih malu-malu kucing.

Suster di rumah sakit menyarankan saya agar memompa ASI dan menampungnya, alhasil jadilah saya ibu perah meskipun ada bayi di samping saya.  Hasil perahan saya sedikit sekali saat itu (maklumlah saya belum terampil memerah ASI), sedangkan supply sangat banyak. Bendungan ASI pun tidak bisa dihindari.

Suster yang merawat saya sampai terkaget-kaget melihat payudara saya membengkak terbendung ASI. Suster kemudian melakukan perawatan payudara pada saya. Urrghh…  sakit rasanya, payudara saya yang dalam kondisi membatu diurut-urut, kompres dingin dan hangat bergantian tidak banyak membantu menghilangkan rasa sakit. Jadilah saya menolak diurut lagi. Lebih baik tangan saya keriput, semalaman mengompres hangat kedua payudara bergantian, dibanding harus diurut dalam keadaan membatu.  Selain sakitnya yang tidak tahan, ternyata juga bisa membuat trauma jaringan payudara.

Alhasil saya kompres bergantian kedua payudara sambil berharap datang keajaiban agar ASI yang membatu ini bisa segera mencair dengan kompres hangat semalaman.  Esok harinya, jreng jreng…!  Nggak mempan sama sekali!  Huhu… tambah kencanglah saya menangis. Bagaimana ini?  Secara saya ibu baru dan ini pengalaman pertama saya menyusui tapi malah disambut payudara membatu akibat bendungan ASI.

Jadilah suami saya tercinta meminta bantuan dari klinik laktasi yang ada di rumah sakit tempat saya melahirkan. Voila… saya dapat advice yang tidak ternilai harganya (ceileh…).  Suster dari klinik laktasinya T. O. P. B. G. T. Saya (sebetulnya bukan saya) disuruh beli sayur kol segar (mentah) terus dikupas menyerupai bentuk payudara. Cuci bersih, lalu masukkan ke dalam freezer selama 15 menit.

Setelah kol mengeras, keluarkan dari freezer dan pasang di payudara kemudian pakai bra. Sambil menunggu si kol ini matang di payudara (Bener loh… saking panasnya payudara yang membatu, si kol ini matang dengan sendirinya. Mommies bayangkan saja, sayuran kol matang yang biasanya ada di kelompok makanan siomay – lembek maksudnya :D), Mommies bisa melakukan aktivitas lain, tidak ada lagi rasa nyeri tiap menggerakkan tangan, karena si kol yang dingin ini punya sifat analgesik alias meredakan rasa sakit.

Lantas betapa lama si kol ini nempel di payudara?  Ya, sampai terasa basah dan lembek, setelah itu baru deh lakukan breastcare (perawatan payudara)  seperti biasanya. Setelah saya baca beberapa buku, ternyata kompres dingin dengan kol ini, memiliki efek analgesik sehingga saat payudara kita diurut/ pijat (salah satu tahapan breastcare) tidak ada lagi rasa sakit yang saya alami seperti saat diurut oleh suster di rumah sakit.

Alhamdulillah, 4 hari pascamelahirkan, payudara saya sudah tidak membendung lagi ditambah juga si kecil sudah pandai menyusu.

Terima kasih kol…  :)
Read more ...

Tips dan trik Jitu menyimpan ASI Perah (ASIP)

Rabu, 25 Desember 2013

Menjadi seorang ibu, terutama ibu menyusui memang mendatangkan kebahagiaan tersendiri. Memberikan ASI untuk buah hati juga selalu menjadi perbicangan menarik bagi kita, para ibu menyusui.

ASI memang begitu sempurna. Berbagai studi telah membuktikan bahwa tetesan berharga ini memang memiliki kandungan nutrisi lengkap yang dibutuhkan bayi. Tidak heran jika apapun akan dilakukan ibu menyusui demi memberikan dukungan penuh terhadap pemberian cairan berharga yang penting untuk tumbuh kembang si buah hati.
Kendati demikian, masa cuti yang hampir habis menjadi dilema tersendiri bagi ibu menyusui yang harus segera kembali ke kantor. Namun masih banyak jalan menuju Roma. Salah satu solusi tepat untuk ibu menyusui yang harus kembali bekerja adalah dengan memerah ASI dan menyimpannya sebagai stok. Stok ASI yang disimpan dengan baik di dalam kulkas inilah yang nantinya bisa tetap membuat si kecil mendapatkan jatah ASI walaupun ibu sedang bekerja di kantor. Simak cara jitunya!

  1. Jangan Kurangi Frekwensi
    Merasa produksi ASI sedikit sehingga tidak yakin bisa diperah? Jangan dulu putus asa. Rata-rata ibu memproduksi 25-40 ons ASI setiap hari. Kuncinya adalah memberikan stimulasi pada payudara Anda. Frekwensi stimulasi pada payudara inilah yang justru akan membuat persediaan ASI meningkat. Semakin sering Anda menyusui bayi, produksi ASI akan semakin banyak. Jadi jika ingin membuat stok ASI perahan yang banyak, tetap berikan si kecil ASI seperti biasanya walaupun hari pertama kerja semakin dekat. Anda juga harus tetap mencukupi konsumsi makanan bernutrisi, istirahat, rileks, tidak cemas dan merasa nyaman.
  2. Pijatan
    Pijatan sebelum menyusui dapat memicu hormon oksitoksin. Hormon ini berpengaruh terhadap kuantitas dan lancarnya proses pengeluaran ASI. Ingin membuat stok ASI perah berlimpah? Mintalah suami memijat punggung bagian samping tulang belakang sebelum Anda sebelum memerah ASI.
  3. Memerah dengan Nyaman
    Anda bisa memerah ASI menggunakan tangan sendiri atau dengan pompa payudara manual atau elektrik. Gunakan jempol dan telunjuk saat Anda memerah menggunakan tangan. Sedangkan untuk pompa manual, Anda hanya tinggal memencet bagian balon karetnya saja. Anda bisa memerah ASI saat jam makan siang di kantor, atau kapanpun saat payudara sudah mulai terasa penuh.
  4. Merek Sama
    Pilih pompa payudara serta botol yang memiliki merek yang sama. Ini akan memudahkan Anda, karena botol yang kompatibel dengan pompa akan membuat ASI bisa langsung masuk ke dalam botol. Praktis!
  5. Kuasai Teknik Menyimpan!
    Ini dia yang terpenting. ASI yang disimpan dengan teknik yang tepat tidak akan basi, bertahan lama, dan tidak berkurang nutrisinya.
    * Para ibu menyusui yang ingin menyimpan stok ASI, bisa menyimpannya di dalam botol kaca ataupun kantung ASI perah. Jika di kantor tidak tersedia kulkas, Anda bisa menyimpan ASI perah di dalam termos yang diberi es batu. Dengan cara ini, ASI perah bisa bertahan selama 24 jam.

* Sampai di rumah, masukkan ASI perah ke dalam kulkas. ASI perah bisa bertahan hingga 2 minggu dengan suhu kulkas yang bervariasi. Di dalam freezer, ASI bertahan selama 3-4 bulan.
* Untuk setiap botol atau kantung ASI perah, jangan lupa beri tanggal kapan diperahnya. Gunakan ASI perah dengan tanggal terlama dulu, baru kemudian gunakan yang lebih baru.
Yuk, menyetok ASI sebanyak-banyaknya, Moms!

Read more ...

Jangan sepelekan 6 Gejala pada bayi ini

Senin, 16 Desember 2013

KLIKDOKTER.com - Kehadiran buah hati yang sudah dinanti-nanti memang merupakan saat yang indah. Pengalaman yang serba baru dialami oleh ayah dan bunda kadang dapat menimbulkan rasa cemas. Perhatikan enam gejala di bawah ini yang perlu segera ditangani.

baby

  1. Bibir berubah menjadi biru (sianosis).

    Kondisi ini disebut juga dengan sianosis (cyanosis) yaitu kekurangan oksigen dalam darah. Segera bawa bayi ke sarana kesehatan terdekat.

  2. Bayi terlihat sesak napas.

    Sesak napas pada bayi ditandai dengan frekuensi napas yang cepat, terdapat retraksi (bagian yang masuk ke dalam) pada sela iga dan bawah iga, serta cuping hidung yang kembang kempis. Selain itu dapat terdengar suara merintih dari bayi.

  3. Demam di atas 38?C (suhu rektal). 

    Demam pada anak bayi baru lahir tidak spesifik, dapat disebabkan oleh influenza hingga meningitis sehingga harus dievaluasi segera.

  4. Kulit semakin terlihat kuning.

    Tidak semua kondisi kuning pada bayi berbahaya. Sebagian dapat disebabkan oleh proses yang normal dan akan hilang sendiri. Namun, bila kuning semakin bertambah perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut. Kuning pada bayi disebabkan oleh kadar bilirubin yang tinggi dalam darah. Jika kadar bilirubin terlalu tinggi, dapat mencetuskan kejang dan kerusakan permanen pada otak. Berikanlah ASI pada bayi lebih sering. Bila perlu, bayi akan mendapatkan terapi sinar.

  5. Dehidrasi.

    Perhatikan jumlah frekuensi buang air kecil pada bayi. Pada bayi usia 1 minimal 1x/hari, usia 2 hari 2x/hari, usia 3 hari 3x/hari, dan seterusnya. Setelah usia 6 hari dan seterusnya, frekuensi buang air kecil minimal adalah 6x/hari. Bila kurang dari itu, kemungkinan bayi kekurangan cairan. Tanda dehidrasi lain adalah mulut kering, mata cekung, dan bayi menjadi lebih lemas.

  6. Muntah berwarna hijau atau hitam.

    Muntah berwarna hijau dapat mengindikasikan sumbatan pada saluran cerna, sedangkan muntah berwana hitam dapat menjadi tanda perdaran dalam saluran cerna.  Muntah setelah cidera kepala juga perlu dievaluasi lebih lanjut karena dapat menjadi tanda perdarahan dalam kepala.

Bila Anda ragu dengan tanda/gejala atau kondisi pada bayi Anda, jangan ragu untuk mencari jawaban atau pertolongan dengan menanyakannya ke dokter anak Anda. Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman utama website kami.[](PNA)

Read more ...

Tips Aman Mencegah Bayi agar tidak Tersedak

Kamis, 05 Desember 2013

 

Tersedak, mungkin bagi sebagian besar orang dewasa menganggap hal ini biasa dan wajar, kalau memang saat itu kita makan terlalu lahap dan keburu dikejar waktu. Tapi bagaimana jadinya kalau hal ini justru terjadi pad si baby? Tersedak bahkan bisa menyebabkan kematian pada seorang bayi. Karena itu, pastikan ia makan benar-benar dalam pengawasan Anda, sehingga utnuk mengatasi hal ini agar tidak terjadi, lakukan:

1. Berikan si baby makanan yang lembut dan mudah larut. Hindari untuk memberi kacang, stik biskuit, keripik, atau makanan-makanan yang susah dicerna oleh bayi.
2. Jangan memberinya madu sebelum memasuki usia 18 bulan. Karena kandungan Clostridium Botulinum dalam madu bisa menyebabkan kelumpuhan dan masalah pernapasan.
3. Pastikan si baby memiliki alergi terhadap makanan tertentu atau tidak.
4. Buatkan ia makanan secukupnya, dan jangan menyimpan makanan sisanya. Karena sisa makanan bisa menjadi sarang bakteri.
5. Jangan memanaskan makanan dengan suhu terlalu tinggi. Makanan yang terlalu panas bisa melukai mulut si baby.
6. Jangan memilih makanan yang rendah lemak, usia bayi Anda masih membutuhkan lemak untuk tumbuh kembangnya.
7. Jangan meletakkan sereal atau bubur yang semi-solid pada botol si baby. Selain membuat bayi mudah tersedak, tidak baik juga untuk pertumbuhan gigi si baby.
8. Jangan memberi makan pada si baby saat berada dalam mobil. Guncangan mobil ketika berjalan bisa menyebabkan ia tersedak.
9. Jangan lupa untuk selalu membersihkan gigi dan gusinya dengan lap basah, setiap kali makan makanan yang lengket
Jadi inilah beberapa hal yang harus Anda perhatikan untuk kenyamanan dan keamanan si baby.

Sumber: molto

Read more ...

Ternyata Dalam Rahim Bayi Belajar Nangis Dan Tertawa!

Selasa, 31 Januari 2012

Perkembangan janin di dalam rahim memang sangat menakjubkan dan selalu menarik untuk diketahui. Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa bayi belajar mengekspresikan kebahagiaan dan kesedihan sejak di dalam kandungan. Bayi di dalam rahim mengembangkan berbagai gerakan wajah sedemikian rupa dan sangat mungkin untuk diidentifikasikan sebagai ekspresi tertawa dan menangis.
Untuk pertama kalinya, sekelompok peneliti mampu menunjukkan bahwa ekspresi wajah berkembang pada kehamilan usia 24-36 minggu. Setelahnya, gerakan wajah janin akan menjadi lebih kompleks. Seperti dilansir dari Female First, mereka meneliti rekaman video gerakan wajah janin yang diperoleh dari mesin USG 4D pada tahap akhir kehamilan. Mereka meneliti janin yang sama setelah mereka memastikan bahwa janin dalam keadaan sehat pada hasil pindai minggu ke 20, 24, dan 36. Mereka menemukan bahwa pergerakan wajah janin menjadi lebih kompleks dari waktu ke waktu.

Ternyata Dalam Rahim Bayi Belajar Nangis Dan Tertawa!!
Janin pada tahap pertama pengamatan di minggu ke 24 mampu menggerakkan satu otot wajah mereka. Mereka merenggangkan bibir mereka atau membuka mulut mereka. Di minggu ke 35, janin mulai menggabungkan sejumlah gerakan otot wajah, misalnya menggabungkan perenggangan bibir, menurunkan alis mata, dan memperdalam alur nasolabial (garis bawah pipi) sehingga menjadi ekspresi yang dikenali.

“Ini adalah wawasan baru yang menarik dalam proses perkembangan janin. Penelitian ini untuk pertama kalinya menunjukkan bahwa pada janin yang sehat ada perkembangan kompleks gerakan wajah,”

ujar Profesor statistik sosial Brian Francis dari Universitas Lancaster Fakultas Matematika dan Statistik, yang tergabung dalam tim peneliti.

Meskipun janin tidak dapat membuat suara, ini berarti sebelum dilahirkan bayi sudah belajar bagaimana mengekspresikan beberapa ekspresi wajah seperti menangis dan tertawa. Dalam penelitian sebelumnya, diketahui bahwa bayi berkedip sebelum dilahirkan, serta diidentifikasikan bahwa mereka cemberut di dalam rahim.

“Namun, dalam penelitian ini untuk pertama kalinya kami telah mengembangkan metode coding dan analisis untuk melacak peningkatan kompleksitas gerakan ekspresi wajah janin,”

ujar Dr Nadja Reissland dari Universitas Durham.

Para peneliti berpendapat bahwa gerakan-gerakan tersebut dikembangkan sebelum bayi merasakan emosi, sama seperti gerakan latihan pernapasan di dalam rahim. Para peneliti kini merencanakan untuk melihat apakah pergerakan wajah janin dapat membedakan ibu yang merokok selama kehamilan dan yang bukan perokok. Mereka juga akan memeriksa perkembangan yang berkaitan dengan ekspresi marah, tersenyum, dan sedih.

Read more ...

Tips Membeli Bra Untuk Menyusui

Kamis, 26 Januari 2012

image Ingin membeli bra menyusui? Yuk simak tip berikut ini.

1. Waktu terbaik untuk membeli bra menyusui adalah selama pertengahan hingga akhir dari kehamilan atau ketika sebelum kehamilan jika bra yang anda gunakan sebelumnya tidak nyaman lagi digunakan.
2. Belilah bra menyusui yang memberikan anda kenyamanan selama kehamilan dan ada tempat di bra anda untuk menggunakan lapisan yang bermanfaat ketika anda menyusui.
3. Ketika memutuskan untuk membeli bra menyusui yakinkan anda dapat dengan mudah melepaskan dan memasangkan 'penutup' atau dapat dengan mudah membuka lapisan dengan satu tangan.
4. Jika anda memiliki ukuran payudara besar, yakinkan bra yang anda pilih memberikan cukup support kepada payudara anda. Hindari sakit punggung akibat tidak nyamannya bra anda menopang payudara anda.
5. Jika anda merencanakan akan sering memompa ASI anda, sebaiknya anda pertimbangkan untuk membeli bra menyusui yang sesuai dengan sistem pompa yang anda gunakan.
Beberapa tips dalam mengenakan bra menyusui :
1. Mungkin anda menginginkan kenyamanan dalam mengenakan bra menyusui sewaktu malam hari. Maka pilihlah bra menyusui yang sangat nyaman dan tidak memiliki 'kawat'.
2. Jika anda menemukan bra menyusui anda terlalu ketat pada bagian pundak, maka pertimbangkan untuk membeli bra yang memiliki tali ekstra panjang.
3. Ikutilah petunjuk pencucian bra anda. Tentu anda tidak ingin bra menyusui anda cepat rusak bukan?
Beberapa tips untuk moms yang harus diketahui :
1. Yakinkan anda membeli bra menyusui yang mudah direnggangkan sesuai ukuran tubuh anda dan mudah untuk membuka lapisan penutupnya. Coba dikenakan dan cobalah untuk dapat melepaskannya dalam satu tangan.
2. Ketika payudara anda terus membesar selama kehamilan, maka ini waktu yang terbaik untuk menggantinya dengan bra menyusui yang pas.
3. Belilah paling tidak satu bra menyusui yang sangat cantik untuk membuat perasaan anda lebih bahagia
4. Selalu persiapkan bra menyusui cadangan untuk berjaga-jaga seandainya bra anda basah.


Sumber:
www.breastfeeding.com

Read more ...

Bayi Sering Kali Ingin Muntah,Kenapa Ya?

Jumat, 06 Januari 2012

image

Pertanyaan :

Salam Dok, anak saya berusia 1,5 tahun, berat badan : 9 kg dan tinggi badan : 77 cm, sudah seminggu ini sering seperti mau muntah (mengeluarkan suara hendak muntah) setiap saat. Terutama, ketika saat bangun tidur, kenapa ya hal tersebut Dok? Kebiasaan anak saya makan 3-4 kali sehari (2-3 kali makan nasi, 1 kali makan bubur beras atau bubur instan untuk anak usia 1 th ke atas), diselingi dengan makan snack (biskuit, atau buah, kadang dalam bentuk jus buah) disela jam makannya.

Disamping itu pula, anak saya minum susu formula pakai dot setiap sekitar 3 jam dengan volume @ 150mL. Setiap mau tidur dia harus minum susu dari dot -+ 200 mL, terkadang bila sudah habis juga masih dimulutnya sampai dia tertidur pulas. Frekuensi BAB 1-2 kali sehari. Saya pernah baca artikel, bila anak sering mual dapat disebabkan ada infeksi tersembunyi di telinga ataupun pada saluran kencingnya, apakah saya bisa mendapat penjelasan tentang hal ini Dokter? Terima kasih dok.

Yunita-27tahun, Serpong

Jawaban :

Hi Bunda Yunita, pasti senang ya bisa melihat anak kita memiliki kemampuan makan yang sehat. Untuk usia bayi dengan usia 1,5 tahun bobot badan idealnya 10 kg, tetapi rentang berat badan 9 kg masih dalam range berat badan normal sehingga kualifikasinya berat badan anak ibu baik.

Berdasarkan kebutuhan total cairan adalah ± 1300 cc untuk selama 24 jam, dimana kebutuhan konsumsi nutrisi anak dapat dipenuhi melalui susu, jus, kuah sayur dan buah sebagai bahan asupan makanan. Sementara itu untuk frekuensi BAB normal 1-2x sehari secara keseluruhan kondisi yang ibu utarakan terbilang bagus.

Nah untuk masalah yang dihadapi ketika anak sering mengeluarkan gelagat ingin muntah, maka perlu dipahami beberapa hal penyebab yang mungkin dapat menjadi tercetusnya kondisi tersebut. Anak sering merasa mual bisa disebabkan oleh berbagai macam hal, seperti :

- Pada anak yang kedinginan saat tidur, maka pagi harinya bisa terjadi mual.
- Anak minum dot yang sudah kosong, sehingga merangsang timbulnya mual.
- Makan atau minum secara berlebihan, membuat stimulasi mual muncul.
- Indikasi atas gejala dari suatu penyakit, seperti: infeksi saluran kencing, pencernaan, saluran pernafasan atau telinga, bahkan infeksi otak.

Pada beberapa point diatas, maka perubahan kondisi lingkungan serta kebiasaan perlu dirubah agar anak tidak terangsang untuk mual dan muntah pada akhirnya. Suhu ruang dibuat hangat dan nyaman bagi sang bayi, kemudian ketika dot kosong segera dilepaskan dari mulut sang anak dan tidak berlebihan dalam memberikan asupan makanan maupun miniman bagi si bayi.

Untuk kondisi terakhir yang berkenaan dengan adanya indikasi penyakit, biasanya disertai dengan beberapa gejala lain yang menyertai kondisi infeksi. Namun ada baiknya Ibu dapat berkonsultasi kepada dokter anak, bila perbaikan atas kondisi sebelumnya telah dilakukan, karena hal itu berarti memang besar kemungkinan akibat adanya penyakit, yang tentu memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga dapat bermanfaat. Terima kasih, salam sehat. (YK)

dr Yuni Kurnia, SpA 

Kolom Dokter Kita diasuh oleh RS.Meilia Cibubur
Kirim pertanyaan Anda ke email : kesehatan@rol.republika.co.id

Read more ...

Polusi di Tempat Kerja Berkaitan Dengan Resiko Asma Pada Anak

Jumat, 07 Oktober 2011

image New York (ANTARA/Reuters Health) - Terpajannya seorang ibu pada polusi udara diduga meningkatkan kemungkinan anaknya yang belum lahir akan terserang asma, demikian hasil satu studi baru.

Di dalam kajian oleh ilmuwan Denmark atas data pendaftaran 45.658 anak yang berusia tujuh tahun ibu mereka, 18,6 persen anak dari ibu yang terpajan pada partikel molekul-ringan dan zat penyebab iritasi di tempat kerja selama kehamilan terserang asma, sementara 16,1 persen anak yang terserang asma yang disebabkan oleh bahan polusi umum.

"Hasil seperti ini mesti selalu diterjemahkan dengan hati-hati sebab mungkin saja ini semua disebabkan oleh faktor gaya hidup mengejutkan yang tak mudah disesuaikan," kata Dr. Klaus Bonnelykke, yang tak terlibat dalam penelitian tersebut, kepada Reuters Health melalui "surel" (surat elektronik).

"Namun", Bonnelykke dari Danish Pediatric Asthma Center menambahkan, "ada bukti yang bertambah bahwa masa prakelahiran mungkin adalah masa kritis yang mempengaruhi risiko si jabang bayi bagi perkembangan asma dan penyakit (alergi) lain nantinya".

Studi itu, oleh para peneliti dari School of Public Health di Denmark, disajikan pada 26 September di kongres tahunan European Respiratory Society di Amsterdam, Belanda, demikian laporan Reuters Health --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Jumat.

Untuk studi tersebut, Dr. Berit Christensen dan rekannya menggunakan nama pekerjaan ibu untuk memperkirakan terpajannya mereka terhadap polusi di tempat kerja, dengan kategori partikel molekul rendah atau tinggi, campuran, petani, pelajar dan "kelompok yang tak dikategorikan", serta satu kelompok rujukan pekerja kantor buat perbandingan.

Setelah menyesuaikan usia, indeks massa tubuh, alergi dan kepekaan, merokok, pengobatan dan hewan peliharaan, ada risiko yang sedikit lebih tinggi --sebanyak 11 persen-- bagi asma pada anak ketika ibu mereka, yang hamil, terpajan pada partikel molekul ringan dan tinggi.

Para peneliti itu mendapat tak ada kaitan asma dengan kelompok lain yang terpajan.

"Ini adalah studi berskala luas pertama yang telah memperlihatkan kaitan antara terpajannya ibu selama bekerja dan asma pada anak," kata Dr. Christensen di dalam satu pernyataan.

"Meskipun satu kaitan telah ditemukan, hasil kami pada tahap ini masih sederhana dan dan penelitian lebih lanjut diperlukan mengenai bahan kimia tertentu serta zat lain untuk memastikan orang yang paling beresiko.

Read more ...

Apa Pengaruh Penurunan Kadar Testosteron Pada Libido?

Rabu, 21 September 2011

image TRIBUNNEWS.COM - Sebuah studi yang dimuat di Proceedings of the National Academy of Sciences menyebutkan, saat laki-laki menjadi seorang ayah, tingkat hormon testosteronnya menurun. Lalu, apa dampak penurunan tersebut?

Dr. Lee Gettler, ilmuwan dari Northwestern University, melakukan penelitian tingkat testosteron pada 624 laki-laki Filipina berusia 21 tahun. Setelah lima tahun menjadi ayah, tingkat testosteron mereka menurun drastis hingga 34 persen. Penurunan terbesar terjadi pada mereka yang sering menghabiskan waktu bersama anak.

Menurut Dr. Gettler, ada sesuatu yang berubah ketika seorang laki-laki menjadi ayah yang aktif sehingga berkontribusi terhadap penurunan testosteron. Sementara Peter Gray, seorang ahli Antropologi di University of Nevada mengemukakan, "Seorang ayah dengan kadar testosteron yang rendah akan lebih sensitif terhadap isyarat dari bayi dibandingkan isyarat dari lawan jenisnya".

Meski demikian, penurunan tersebut tidak memengaruhi libido laki-laki. Justru sebaliknya, dalam banyak hal laki-laki merasa menjadi lebih bahagia. Christopher Kuzawa, ahli Antropologi di Northwestern University pun menegaskan, "Anda tidak butuh banyak testosteron untuk memiliki libido".

Read more ...

9 Makanan pantangan saat hamil

Senin, 11 April 2011

image KITA sering mendengar banyak pantangan makanan bagi wanita hamil. Ada yang bilang makanan itu dapat memengaruhi kesehatan bayi. Ada pula yang bilang dapat mengakibatkan keguguran.
Memang, tak semua informasi itu benar. Tak sedikit pula yang menyatakan pantangan itu sebagai mitos. Namun, banyak pantangan makanan yang telah diuji dan diperkuat secara medis.
American Pregnancy Association (APA) menyebutkan sembilan makanan yang tak boleh dikonsumsi saat hamil:

  1. Daging atau Ikan Mentah
    Hobby makan sushi tampaknya harus ditunda dulu ya. Daging atau ikan yang dimakan tanpa dimasak terlebih dahulu sangat beresiko mengandung bakteri berbahaya seperti toxoplasma dan salmonella.
  2. Ikan Bermerkuri
    Memang tidak mudah membedakan ikan dengan kandungan merkuri yang tinggi. Namun, Anda sebaiknya menghindari makanan-makanan kalengan atau tidak terlalu sering mengonsumsinya.
  3. Telur mentah atau setengah matang
    Sangat tidak dianjurkan untuk mengonsumsi telur mentah ataupun setengah matang. Bakteri Salmonella pada umumnya tinggal di sana sangat berbahaya bagi kandungan.
  4. Aneka saus berbahan dasar telur mentah
    Karena telur mentah atau setengah matang menjadi pantangan, maka salad dressing, mayonaise, ice cream homemade, custard, ataupun cream kue sebaiknya dihindari. Coret semua menu makanan yang mengandung telur mentah dari daftar menu makan Anda.
  5. Soft Cheese
    Keju-keju impor juga sebaiknya dihindari karena ditengarai bahwa keju impor mengandung bakteri yang disebut Listeria. Bakteri ini cukup berbahaya karena bisa menyebabkan pendarahan, hingga keguguran.
  6. Susu non-pasteurisasi
    Sama halnya dengan soft cheese, susu non-pasteurisasi juga ditengarai membawa bakteri Listeria.
  7. Kafein
    Beberapa studi mungkin memperbolehkan wanita hamil mengonsumsi kafein. Namun, menurut studi yang ditemukan APA mengatakan bahwa kafein sangat berpengaruh terhadap keguguran, terutama pada usia kehamilan trisemester.
    Kafein merupakan zat yang memicu untuk berkemih. Sehingga tubuh menjadi lemah, mudah dehidrasi, dan kekurangan kalsium.
    Saat ini, dunia medis membatasi pengonsumsian kafein tidak lebih dari 300mg per hari untuk mencegah keguguran tersebut.
  8. Alkohol
    Minuman ini sudah lama masuk dalam daftar TIDAK BOLEH DIKONSUMSI bagi wanita hamil. Seperti diketahui, alkohol sangat berbahaya bagi siapapun yang tidak hamil. Ancaman alkohol selain berbahaya bagi ginjal dan jantung, juga berbahaya bagi seluruh bagian tubuh lainnya.
    Alkohol bisa dikatakan sebagai racun, yang akan mengacaukan sistem syaraf jika dikonsumsi secara terus menerus. Pada ibu hamil dan menyusui, alkohol dapat menyebabkan gangguan mental pada bayi, dan gangguan kehamilan lainnya.
  9. Sayuran mentah
    Tak hanya ikan dan daging, sayuran mentah juga sebaiknya dihindari. Selain ancaman toxoplasma, pestisida yang dibawa oleh sayuran akan mengganggu perkembangan bayi di dalam kandungan. Sehingga pastikan semua sayuran yang Anda konsumsi dalam keadaan matang.
    Nah para ibu, berhati-hatilah menjaga kehamilan agar angka kematian ibu dan bayi bisa ditekan.(kpl/***).

Oleh Metro TV News | Metro TV – Sen, 11 Apr 2011 08.34 WIB

Read more ...

Bayi Tak Boleh Tidur dengan Perokok

Kamis, 31 Maret 2011

image SEBAIKNYA para orang tua yang merokok tak tidur di ruang yang sama dengan bayi-bayi mereka. Sebab, kadar nikotin rokok yang menempel pada kulit maupun pakaian dapat membahayakan kesehatan si bayi.
Peneliti melakukan studi di Catalonia, Spanyol. Penelitian menyoroti efek asap tembakau pada bayi dan dihubungkan dengan ruangan pribadi. Mereka pun mewawancarai orang tua dari 1.123 bayi di bawah usia 18 bulan.
Setelah melakukan analisa, sampel rambut pada 252 bayi mengandung nikotin. Para bayi itu ternyata tidur bersama orang tua yang merokok dalam satu ruangan. Kadarnya bahkan tiga kali lebih tinggi ketimbang bayi yang tidur terpisah dari orang tua perokok.
"Menjadi perokok pasif adalah penyebab utama kematian anak di negara maju," kata Guadalupe Ortega, peneliti utama, baru-baru ini. Ortega pun menambahkan ventilasi kamar tidur belum tentu efektif mengurangi tingkat paparan racun pada perokok pasif.(MI/***)

Read more ...

Tips Agar Punya Bayi Perempuan

Rabu, 09 Februari 2011

Berikut kiat dari dr. Ferryal Loetan, Sp.RM, ASC&T, Mkes-MMR :

1. Bagi suami dan istri makanlah banyak ikan dan sayuran hijau

2. Bagi istri, konsumsilah makanan manis sepertipermen dan cokelat

3. Sebelum melakukan hubungan seks, suami terlebih dahulu mandi air dingin

4. Lakukan sanggama 3 hari sebelum ovulasi, hentikan 2 hari menjelang ovulasi

5. Suami saat orgasme/ejakulasi, jangan lakukan penetrasi penis yang dalam

6. Lakukan sanggama setelah haid tiap 2 hari secara teratur sampai 2-3 kali sebelum ovulasi

7. Posisi hubungan seks : perempuan di atas (women on top)

8. Suami harus mengalami orgasme terlebih dahulu, istri hindarkan orgasmus

9. Sebelum hubungan seks, bilas vagina dengan larutan yang bersifat asam (garam dapur), yaitu 1 liter air plus 2 sendok makan gara.

Read more ...

Benarkan Rontgent pada saat kehamilan dapat menyebabkan cacat pada bayi?

Kamis, 27 Januari 2011

Pada prinsipnya, dampak radiasi terhadap janin tergantung pada 2 faktor utama, yaitu tahap perkembangan janin dan dosis radiasi yang diberikan.

- Minggu ke-3 hingga minggu ke-8 kehamilan, merupakan fase pembentukan organ pada janin, sehingga paparan radiasi bahkan pada dosis yang sangat rendah (0,1 Gray atau 10 Rad) pun, dapat menyebabkan abortus maupun cacat bawaan. Kelainan yang ditimbulkan tergantung pada sistem organ yang sedang dibentuk pada saat terjadinya radiasi.

- Minggu ke-8 hingga minggu ke-15 kehamilan, merupakan fase pembentukan sistem saraf pusat pada janin. Sehingga apabila terjadi paparan radiasi dengan dosis > 30 Rad (0,3 Gray) pada fase ini, dapat mempengaruhi kecerdasan (tingkat intelektual) janin.

- Setelah minggu ke-16, janin menjadi lebih kebal terhadap paparan radiasi, tetapi tetap tidak boleh melebihi dosis tertentu.

Kesimpulannya, sinar X (rontgen) yang diberikan selama usia kehamilan kurang dari 4 bulan, dapat menimbulkan cacat pada janin. Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, risiko cacat pada janin juga semakin berkurang. Tetapi apabila pemeriksaan radiologis tidak dapat terelakkan, sebaiknya dipertimbangkan modalitas lain yang lebih aman dan tidak menimbulkan ionisasi seperti sinar X, misalnya dengan Ultrasonografi (menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi) ataupun MRI (Magnetic Resonance Imaging) sehingga dapat memberikan manfaat maksimal bagi ibu dan juga meminimalkan dampak negatif bagi janin.

Sumber: Tanyadokteranda.com

Read more ...

Voucher iklan autosubmit iklan murah
Voucher iklan autosubmit iklan murah

Entri kesehatan ter-Populer