Sponsored

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan

Waspada Gejala Meningitis pada si kecil

Minggu, 25 November 2012

Symptoms_of_MeningitisSelain cacar air dan campak, ada beberapa jenis penyakit lain yang biasa menjangkiti bayi dan anak-anak, diantaranya pertussis dan meningitis. Meningitis adalah peradangan pada membran yang mengelilingi otak dan syaraf tulang belakang. Gejala meningitis adalah: kejang, demam, sakit kepala, mual dan muntah, dan pada bayi biasanya akan sulit melakukan kontak mata.
Meningitis dibagi menjadi empat bagian, yaitu:

1. Bacterial meningitis.
Disebut juga dengan acute bacterial meningitis. Sesuai dengan namanya, meningitis ini disebabkan oleh masuknya bakteri melalui aliran darah dan mengenai otak ataupun tulang belakang. Bakteri juga bisa menyerang langsung membran sebagai dampak dari penyakit lain seperti sinusitis, infeksi telinga, atau kerusakan tengkorak. Beberapa jenis bakteri penyebabnya ialah:
- Streptococcus pneumoniae (pneumococcus), yang sering terjadi sebagai dampak dari pneumonia atau sinusitis dan seringkali mengenai bayi.
- Neisseria meningitidis (meningococcus) adalah jenis yang paling mudah menular.
- Haemophilus influenzae (haemophilus), bakteri ini yang paling sering mengenai anak-anak.
- Listeria monocytogenes (listeria) yang banyak terdapat pada lingkungan sekitar termasuk pada tanah, debu dan hewan.


2. Viral meningitis. Meningitis jenis ini lebih sering terjadi dibandingkan meningitis yang disebabkan oleh bakteri. Selain gejalanya lebih ringan, penyakit ini biasanya bisa sembuh dengan lebih mudah dan cepat.


3. Chronic meningitis
. Terjadi akibat adanya pertumbuhan organisme yang menyerang membran dan cairan yang mengelilingi otak. Pertumbuhan organisme ini terjadi selama sekitar dua minggu ataupun lebih.


4. Fungal meningitis. Adalah jenis meningitis yang paling jarang terjadi. Meningitis ini biasa mengenai seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang tidak baik, misalnya pada penderita AIDS.
Resiko seseorang mengalami meningitis meningkat jika tidak mendapatkan vaksinasi yang layak, memiliki sistem kekebalan tubuh yang buruk, dan banyak bersentuhan dengan hewan. Kalau tidak segera mendapatkan perawatan yang tepat, meningitis bisa menyebabkan komplikasi yang berbahaya seperti buta, tuli, gangguan syaraf secara permanen dan kerusakan otak. Jika saat hamil seorang ibu terinfeksi listeria, bayi yang dilahirkan juga beresiko terinfeksi.

Mengajari anak untuk mengutamakan kebersihan menjadi salah satu cara paling ampuh untuk mencegah meningitis, misalnya dengan selalu mencuci tangan sebelum makan, sesudah menggunakan toilet, setelah mendatangi tempat yang ramai, dan setelah menyentuh hewan. Ajari juga cara mencuci tangan yang benar.
Jaga kekebalan tubuh anak dengan menyajikan makanan bergizi, mendisiplinkan kegiatan olahraga dan jam tidurnya. Adapun contoh vaksin yang bisa diberikan, yaitu vaksin Haemophilus influenzae type b (Hib) atau vaksin Pneumococcal conjugate (PCV7). Nah, buat ibu yang sedang hamil, harus ekstra hati-hati dalam memilih makanan. Pastikan makanan dan minuman bersih dan sudah dimasak dengan baik.


Sumber: meetdoctor.com
Oleh: Stephanie Firdaus
Review by: dr. Andryana
Brawijaya Women and Children Hospital

Read more ...

Cacingan dan Amandel Turunkan Kecerdasan Anak

Selasa, 10 Juli 2012

Ghiboo.com - Kesehatan menjadi faktor penting yang mendasari kehidupan seseorang. Termasuk, prestasi seorang anak di sekolah.

Anak yang mengalami masalah kesehatan akan memicu permasalahan daya tangkap pada proses belajar dan seringnya tidak masuk sekolah (absen), sehingga terjadi penurunan prestasi akademik.

Menurut drg. Ratna Kirana, Kasubdit Anak Usia Sekolah dan Remaja Direktorat Bina Kesehatan Ibu Kementerian Kesehatan RI, ada beberapa faktor pendukung lain mengapa anak mengalami permasalahan pada bidang akademiknya.

1. Tidak sarapan pagi

Banyak orang tua kurang perhatian pada anak dan tidak memiliki cukup waktu untuk menyiapkan sarapan. Selain itu, mitos yang mengatakan makan banyak bikin ngantuk menjadi salah satu alasan mengapa anak sekolah jarang sarapan.

Jika anak tidak sarapan maka tidak akan memiliki banyak energi untuk aktivitas otak. Akibatnya, kurang konsentrasi, ngantuk, lemah, letih, dan lesu. Apabila dibiarkan, maka mempengaruhi tingkat kecerdasan anak.

2. Pembesaran tonsil (amandel)

Amandel tidak hanya membuat anak kesulitan bernapas. Tetapi juga memengaruhi kemampuan akademiknya. Amandel yang bersarang di tenggorokan dapat menghambat laju oksigen ke otak, sehingga menyebabkan aliran oksigen ke otak menjadi berkurang.

Oksigen dibutuhkan sel-sel otak untuk melakukan aktifitas rutin sehari-hari. Kekurangan oksigen di otak menyebabkan anak susah berkonsentrasi.

3. Cacingan

Telur cacing dapat masuk ke mulut melalui makanan tercemar, tangan atau larva cacing masuk menembus pori-pori kulit saat anak main di tanah tanpa alas kaki.

Cacingan menyebabkan anak mengalami kekurangan gizi, sehingga menyebabkan anak menjadi kurus, anemia, cepat lelah dan mengantuk, serta penurunan kecerdasan.

Cacingan dikaitkan dengan rendahnya kesadaran untuk mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan dan setelah BAB.

Read more ...

Hal yang Tidak Boleh Diucapkan Orangtua Kepada Anak

Kamis, 03 Mei 2012

Bukan rahasia lagi, orangtua harus memperhatikan cara mereka berkomunikasi dengan anak-anak mereka. Apa yang kita katakan — dan cara kita mengatakannya — adalah masalah penting. Cara komunikasi orangtua akan memberi dampak pada hubungan orangtua-anak dalam jangka panjang.
Kalimat sederhana yang keluar dari mulut orangtua saat sedang frustrasi dapat berdampak besar.
"Kata-kata bisa menyakitkan dan tidak bisa ditarik ulang, jadi berhati-hatilah," ujar Debbie Pincus, seorang terapis, pembimbing orangtua dan penulis "The Calm Parent: AM & PM".
"Kita manusia. Kehidupan kita gila-gilaan dan kadang kita tidak memberikan waktu beristirahat dan berpikir kepada diri sendiri," ujar Pincus. “Hanya berhati-hatilah dan bertanggung jawab, dengan siapa pun kita berbicara."
Berikut ini lima hal yang tidak boleh diucapkan orangtua kepada anak mereka.

  • "Aku tidak peduli."
    Anak kecil senang bercerita tentang segala sesuatu. Tentang pembicaraan mereka dengan teman-temannya, bentuk awan yang mereka rasa mirip dengan ular laut, alasan mereka menekan seluruh isi pasta gigi ke dalam bak mandi.
    Tetapi terkadang orangtua tidak ingin mendengarkan mereka. Jangan pernah mengatakan Anda tidak peduli dengan cerita mereka. Itu akan membuat anak-anak merasa tidak penting dan menghilangkan rasa percaya.

    SARAN: Beritahulah anak Anda bahwa masalah itu bisa dibahas di lain waktu, ketika Anda dapat fokus pada pembicaraan sang anak. Tetapi jangan ingkar janji. Jangan lupa membahas.
  • “Kamu kan sudah besar!"
    Putri Anda berusia 7 tahun tapi masih bertingkah selayaknya anak umur 3. Jangan pernah menyalahkan tingkahnya sembari mengatakan “Kamu kan sudah besar!” Ini akan membuat anak-anak merasa dikritik padahal mereka bisa saja sedang punya masalah dan butuh bantuan untuk menyelesaikannya.

    SARAN: “Ketika Anda hendak bereaksi, ambillah jeda waktu sebentar,” kata Pincus. Pikirkan matang-matang dampak perkataan Anda, jadi bukan asal reaksi spontan. Jeda membantu menurunkan adrenalin sehingga otak bisa berpikir tanpa emosi.
  • "Minta maaf!"
    Anak Anda merebut mainan temannya dan membuatnya menangis. Anda langsung memerintahkan sang anak untuk meminta maaf atas tindakannya. Anda memang bermaksud mulia, tetapi memaksa anak untuk meminta maaf tidak mengajari mereka kemampuan sosial, kata Bill Corbett, penulis buku dan pendidik.
    Anak kecil tidak dapat langsung mengerti kenapa mereka harus meminta maaf. Bila selalu disuruh, mereka bisa saja makin lambat memahami alasan meminta maaf bila telah melakukan tindakan buruk

    SARAN: Minta maaflah kepada anak kecil yang dibuat menangis oleh anak Anda, sehingga pada saat bersamaan Anda memberi dia contoh bagus kelakuan yang ingin ditanamkan.
  • "Masak nggak bisa juga?"
    Anda mengajari anak menangkap bola lima kali berturut-turut, dan dia belum mahir juga. Atau, ketika belajar soal matematika, dia tak kunjug paham. Anda pun langsung bertanya “Masak nggak bisa juga?” Komentar ini akan menjatuhkan mental mereka.
    Sebab, sebagaimana dikatakan pakar pembelajaran Jill Laurean, anak-anak akan menangkap pertanyaan itu dengan berbeda. Mereka akan mengira Anda bertanya “Kenapa nggak bisa juga? Apa yang salah dengan kamu sehingga nggak bisa?”

    SARAN:
    Ambil waktu istirahat. Jika Anda sudah tidak tahu cara lain mengajari anak mengenai sesuatu, berhentilah. Lanjutkan pelajaran ketika Anda sudah siap untuk mencobanya lagi, mungkin setelah mencari pendekatan lain untuk mengajar apa pun yang sedang dipelajari anakmu.
  • "Ditinggal ya!"
    Anak Anda menolak meninggalkan toko mainan atau taman, sementara Anda telat janjian. Jadi Anda memberikan ultimatum untuk menakut-nakuti dia: "Ditinggal ya!" Untuk anak yang masih kecil, ketakutan ditinggalkan orangtua adalah sesuatu yang sangat nyata. Tapi apa yang terjadi saat ancaman tidak berhasil? Anak dengan cepat belajar kalau ayah atau ibu memberikan ancaman kosong.

    SARAN: Jangan bilang kepada anak bahwa Anda akan meninggalkan mereka. Sebaiknya, bikin rencana perjalanan (dari toko mainan ke tempat selanjutnya) sebelum berangkat dari rumah.
Read more ...

Berikan Banyak Pujian dan Anak Akan Jadi Hebat

Kamis, 09 Februari 2012

image

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perilaku orangtua dalam mendidik sejak dini ternyata berkorelasi langsung dengan sikap, pribadi buah hati di masa mendatang. Jika salah melakukan pengasuhan, yang terjadi justru anak mempunyai sifat atau sikap negatif. Lalu bagaimana mendidik anak yang tepat sehingga menjadi anak hebat (incredible).

Tak ada sekolah khusus untuk menjadi orangtua. Tetapi, orangtua tetap perlu belajar menerapkan pola pengasuhan yang positif pada anak agar dapat membentuk karakter positif anak di masa depan.

Hanny Muchtar Darta dari EI Parenting Consultant saat talkshow "Pentingnya Kecukupan Asupan Vitamin & Mineral Agar Anak Incredible" yang digelar oleh Scott's Multivitamin di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, mengungkap beberapa tips ataupun trik yang bisa menjadi rujukan:

1. Berkomunikasilah secara positif
Orangtua harus mempunyai persepsi bahwa anak itu unik dan mempunyai perbedaan dibandingkan anak yang lainnya. Jadi orangtua harus mempunyai kemampuan untuk membangun bakat yang dimiliki dengan cara yang positif. Kalau ibu ingin anaknya belajar bukan bilangnya "Jangan malas-malas". Tapi akan lebih baik jika mengatakan "Ayo dong semangat belajar".

2. Hindari membandingkan dengan adik, kakaknya atau dengan anak lain.
Jangan membandingkan dengan yang lain, tapi bandingkan dengan kemajuan yang diperoleh buah hati. Jangan mengatakan "Kakak kamu lebih hebat atau kakak kamu lebih rajin belajarnya, jadi kamu harus seperti dia dong. Harusnya "Loh kamu kemarin nilai Matematika dan Bahasa Inggris nilai kurang, seharusnya nanti harus lebih baik".

3. Dorong anak untuk ikut kompetisi.
Anak yang berusia 5-8 tahun lagi senang-senangnya berkompetisi karena dari segi kognotifnya lagi senang-senangnya untuk menunjukkan kebisaannya dan kemampuan yang dimilikinya. Tapi kalau sudah 12 tahun keinginan untuk berkompetisi turun. Jadi kalau ingin membentuk anak yang hebat, ajaklah berkompetisi sejak kecil.

4. Hindari memotong pembicaraan.
Seringkali dilakukan orangtua yang tidak sabar mendengarkan dan selalalu menyalahkan. Yang harus dilakukan adalah mendengarkan terlebih dahulu dengan penuh perhatian. Anak juga ingin dihargai pendapatnya. Jika ini dilakukan bisa melatih anak berani mengemukakan pendapat, atau gagasan yang dimilikinya.

5. Fokus pada tujuan
Terkadang orangtua asal memerintahkan. Misalnya, mengatakan jangan lupa baju olahragamu dibawa pulang atau mengatakan jangan malu bertanya nanti sesat di jalan. Lebih baik mengatakan, "Kalau berani bertanya, itu tanda anak cerdas,". Jadi bicaranya lebih positif sehingga membuat anak menjadi terinspirasi.

6. Memberikan banyak pujian, tentunya di tempat dan waktu yang tepat
Terlalu banyak waktu Anda yang terbuang jika hanya mengkritik sikap buruk buah hati. Sebaliknya, Anda jadi kekurangan waktu untuk memberinya pujian atas sikap positifnya. Ada kalanya, sesekali Anda perlu mengucapkan, "Mama senang, lho, lihat kamu membereskan mainan dan menyimpannya di tempat semula."

7. Berikan pelukan, belaian, dan ciuman
Biasakan memeluk buah hati hingga 12 kali sehari. Tujuannya supaya ia merasakan adanya kedekatan, kehangatan sehingga mampu membangun ikatan emosional yang baik disamping anak akan merasa diterima dan didukung oleh orangtuanya.

8. Membangun aturan sederhana.
Melatih kedisiplinan bisa dilakukan dengan membangun rutinitas misalnya: jam makan, jam tidur, makan pada tempat yang benar, dan lain sebagainya. Ini akan melatih anak hidup secara disiplin. Meski demikian, sebagai orangtua harus memberikan contoh melakukan kedisiplinan. Jangan terus dilanggar.

9. Hindari untuk bicara dengan anak ketika sedang mengalami emosi negatif
Belajarlah untuk memaklumi hal-hal yang bisa memicu anak kesal dan jengkel. Umumnya, perasaan tidak nyaman ini dialami anak-anak saat dia sedang kelelahan, saat Anda terlalu menuntutnya berbuat lebih, saat dia lapar, dan saat dia sakit. Minimalisasi kondisi-kondisi yang membuatnya tidak nyaman ini untuk mengurangi kejengkelan pada anak.

Read more ...

Jangan Hukum Anak Kalau Sedang Mengamuk

TRIBUNNEWS.COM - Anak yang mengamuk di tempat publik mungkin akan membuat Anda sangat malu.Bagaimana mengatasinya?

Sebagian orangtua juga sering tidak tahu harus berbuat apa sehingga memilih untuk "bernegosiasi" dengan anak, yang penting dia tidak lagi menjerit dan berguling-guling di lantai. Namun, sebenarnya ada yang perlu diketahui seputar perilaku tantrum (mengamuk) yang dilakukan anak.

Menurut Dr Brenna E Lorenz, peneliti dari University of Guam, kita perlu memahami mengapa anak mengalami tantrum. Ia mengamuk karena dorongan amarah dari dalam dirinya. Sementara, kemarahan ini berakar dari rasa takut. Misalnya, "Kalau saya tidak mendapat mainan ini sekarang, sampai kapan pun saya tidak akan dibelikan orangtua saya." Rasa takut ini kemudian digantikan oleh rasa sedih karena merasa dia tidak mendapat hal yang ia inginkan. Itu sebabnya, ia menunjukkan perilaku yang tidak menyenangkan.

Sebagai orangtua, hal terbaik yang perlu dilakukan pada situasi seperti ini bukanlah menyerah pada keinginan anak dan memenuhinya. Meskipun hal ini adalah solusi paling mudah, terutama apabila Anda sudah lelah atau masih harus mengurus anak lainnya. Sekali Anda menyerah,  anak akan kembali melakukan hal yang sama karena ia tahu dengan cara itu ia bisa mendapatkan keinginannya. Untuk itu,  Anda perlu lebih banyak berbicara dengan anak agar ia terbiasa untuk mengemukakan emosinya dengan cara yang lebih positif.

Lorenz juga memberikan beberapa hal penting yang perlu dilakukan orangtua saat anak mengamuk:
1. Tetaplah tenang dan berpikir jernih. Berfokuslah pada penyebab dia mengamuk dan abaikan perilaku buruknya, hingga akhirnya ia menyadari bahwa cara "berkomunikasi" seperti itu tidak membuahkan hasil.

2. Hindari menghukum anak. Berteriak atau bahkan memukul anak hanya akan membuat tantrumnya menjadi lebih parah. Dalam jangka panjang, perilaku ini akan ia pertahankan.

3. Jangan memberi apa yang ia inginkan. Menyerah pada keinginannya hanya akan membuatnya melegalkan aksi tantrum untuk mendapatkan yang ia inginkan.

4. Jaga agar anak tetap berada dalam keadaan aman meski sedang mengamuk.

5. Apabila memungkinkan, tempatkan dia di tempat yang khusus agar tidak mengganggu atau melukai orang lain ataupun dirinya sendiri.

6. Jangan biarkan reaksi negatif dari orang sekitar Anda memengaruhi bagaimana Anda menangani tantrum anak.

Read more ...

Stop Memberikan Hukuman Fisik terhadap Anak!

Ghiboo.com - Memberi hukuman kepada anak secara fisik tidak akan mengurangi kenakalannya tapi justru membuatnya lebih agresif.

Pernyataan ini dibuat berdasarkan hasil penelitian Universitas Manitoba dan Rumah Sakit Anak dari Timur Ontario selama 20 tahun terakhir.

Times of India menyebutkan kalau penulis studi Joan Duurant dan Ron Enson menemukan bahwa hukuman fisik membuat anak lebih agresif dan dapat membahayakan mereka dalam jangka panjang.

"Perilaku anak-anak ini akan lebih agresif dan tidak takut terhadap orangtua, saudara, teman mereka. Hukuman fisik juga berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan mental, seperti depresi, kecemasan dan penggunaan obat dan alkohol," ujar Durrant.

Ketika 500 orangtua dilatih untuk mengurangi ketergantungan mereka dalam menjatuhkan hukuman fisik, ternyata perilaku agresif anak ikut menurun. Sekarang hukuman fisik mulai ditinggalkan dan beralih ke upaya mendisiplinkan anak melalui pendekatan konstruktif.

Read more ...

Bayi Sering Kali Ingin Muntah,Kenapa Ya?

Jumat, 06 Januari 2012

image

Pertanyaan :

Salam Dok, anak saya berusia 1,5 tahun, berat badan : 9 kg dan tinggi badan : 77 cm, sudah seminggu ini sering seperti mau muntah (mengeluarkan suara hendak muntah) setiap saat. Terutama, ketika saat bangun tidur, kenapa ya hal tersebut Dok? Kebiasaan anak saya makan 3-4 kali sehari (2-3 kali makan nasi, 1 kali makan bubur beras atau bubur instan untuk anak usia 1 th ke atas), diselingi dengan makan snack (biskuit, atau buah, kadang dalam bentuk jus buah) disela jam makannya.

Disamping itu pula, anak saya minum susu formula pakai dot setiap sekitar 3 jam dengan volume @ 150mL. Setiap mau tidur dia harus minum susu dari dot -+ 200 mL, terkadang bila sudah habis juga masih dimulutnya sampai dia tertidur pulas. Frekuensi BAB 1-2 kali sehari. Saya pernah baca artikel, bila anak sering mual dapat disebabkan ada infeksi tersembunyi di telinga ataupun pada saluran kencingnya, apakah saya bisa mendapat penjelasan tentang hal ini Dokter? Terima kasih dok.

Yunita-27tahun, Serpong

Jawaban :

Hi Bunda Yunita, pasti senang ya bisa melihat anak kita memiliki kemampuan makan yang sehat. Untuk usia bayi dengan usia 1,5 tahun bobot badan idealnya 10 kg, tetapi rentang berat badan 9 kg masih dalam range berat badan normal sehingga kualifikasinya berat badan anak ibu baik.

Berdasarkan kebutuhan total cairan adalah ± 1300 cc untuk selama 24 jam, dimana kebutuhan konsumsi nutrisi anak dapat dipenuhi melalui susu, jus, kuah sayur dan buah sebagai bahan asupan makanan. Sementara itu untuk frekuensi BAB normal 1-2x sehari secara keseluruhan kondisi yang ibu utarakan terbilang bagus.

Nah untuk masalah yang dihadapi ketika anak sering mengeluarkan gelagat ingin muntah, maka perlu dipahami beberapa hal penyebab yang mungkin dapat menjadi tercetusnya kondisi tersebut. Anak sering merasa mual bisa disebabkan oleh berbagai macam hal, seperti :

- Pada anak yang kedinginan saat tidur, maka pagi harinya bisa terjadi mual.
- Anak minum dot yang sudah kosong, sehingga merangsang timbulnya mual.
- Makan atau minum secara berlebihan, membuat stimulasi mual muncul.
- Indikasi atas gejala dari suatu penyakit, seperti: infeksi saluran kencing, pencernaan, saluran pernafasan atau telinga, bahkan infeksi otak.

Pada beberapa point diatas, maka perubahan kondisi lingkungan serta kebiasaan perlu dirubah agar anak tidak terangsang untuk mual dan muntah pada akhirnya. Suhu ruang dibuat hangat dan nyaman bagi sang bayi, kemudian ketika dot kosong segera dilepaskan dari mulut sang anak dan tidak berlebihan dalam memberikan asupan makanan maupun miniman bagi si bayi.

Untuk kondisi terakhir yang berkenaan dengan adanya indikasi penyakit, biasanya disertai dengan beberapa gejala lain yang menyertai kondisi infeksi. Namun ada baiknya Ibu dapat berkonsultasi kepada dokter anak, bila perbaikan atas kondisi sebelumnya telah dilakukan, karena hal itu berarti memang besar kemungkinan akibat adanya penyakit, yang tentu memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga dapat bermanfaat. Terima kasih, salam sehat. (YK)

dr Yuni Kurnia, SpA 

Kolom Dokter Kita diasuh oleh RS.Meilia Cibubur
Kirim pertanyaan Anda ke email : kesehatan@rol.republika.co.id

Read more ...

Asyiknya Punya Anak, Bisa Turunkan Resiko Penyakit Jantung

Selasa, 27 September 2011

image REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA – Menjadi ayah mungkin penanda awal memasuki usia tua, tetapi bisa juga membuat seorang pria bertahan hidup.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Human Reproduction, menunjukkan bahwa para pria yang menjadi ayah lebih kecil kemungkinannya meninggal akibat serangan jantung daripada yang tidak memiliki anak.

Penelitian yang dilakukan oleh AARP—pemerintah AS bersama sejumlah universitas—ini merupakan yang terbesar, yang mencari tahu hubungan kesuburan pria dengan tingkat kematian dengan melibatkan hampir 138 ribu pria.

Sekalipun penelitian semacam ini tidak bisa membuktikan hubungan antara menjadi ayah dan tingkat kematian, sejumlah pakar penyakit jantung mengatakan ada banyak alasan untuk berpikir keduanya bisa saja saling berkaitan.

Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa perkawinan, memiliki banyak teman dan bahkan memelihara binatang dapat menurunkan resiko terkena masalah jantung dan kematian akibat gagal jantung. Dan bisa saja, anak-anak akan membantu merawat Anda, atau memberikan alasan pada kita agar lebih memerhatikan kesehatan diri sendiri.

Selain itu, juga tentunya dibutuhkan gen yang cukup baik bagi seorang ayah yang memiliki anak. Ketidakmampuan untuk memiliki anak bisa berarti kelemahan genetik yang dapat menyebabkan masalah jantung saat berada di jalan.

"Ada bukti yang menunjukkan bahwa tingkat kesuburan pria merupakan jendela bagi kesehatannya di kemudian hari," kata DR Michael Eisenberg, seorang spesialis urologis dan kesuburan dari Universitas Stanford.

Michael—yang memimpin penelitian ini—juga mencari tahu hubungan yang menyebabkan seorang pria tidak bisa memiliki anak.

Read more ...

Ingin Anak Berprestasi? Atur Durasi Tidurnya

Jumat, 23 September 2011

image TRIBUNNEWS.COM - Tidur merupakan suatu keharusan untuk bisa melakukan kegiatan di hari berikutnya. Durasi tidur pada malam hari ternyata sangat mempengaruhi kesehatan tubuh seseorang, apalagi pada anak-anak.

Sebuah penelitian yang melibatkan 142 siswa sekolah dasar dilakukan untuk membandingkan jumlah jam tidur dengan kinerja keterampilan akademik. Bila jam tidur anak-anak kurang dari sembilan jam biasanya menemukan kesulitan dalam belajar di sekolah keesokan harinya.

Anak-anak berusia enam dan tujuh tahun yang kurang tidur cenderung akan sulit berkomunikasi dan mengerjakan matematika. Keahlian mengeja, tata bahasa yang digunakan, serta pemahaman mereka juga terganggu. Memori dan kemampuan belajarlah yang terpengaruh.

Penelitian ini juga menemukan bahwa semakin banyak anak yang diijinkan menggunakan komputer dan televisi di kamar tidur mereka. Padahal, fasilitas ini memicu kurangnya tidur. "Saat ini ada kekhawatiran besar mengenai kebiasaan anak-anak menonton televisi, bermain game komputer atau video pada malam hari yang membuat mereka tidak tidur pada waktu yang sama setiap malamnya," kata Ramon Cladellas dari Universitas Autonomous di Barcelona.

"Kebanyakan anak waktu tidurnya kurang dari yang direkomendasikan, padahal ini penting untuk intelektual mereka. Bahkan, ini tidak dapat diperbaiki," tambah Cladellas.

Profesor Russell Foster, kepala ilmu saraf di Universitas Oxford mengatakan, "Sudah jelas bahwa tidur mulai pukul 21.00 hingga pukul 09.00 dapat mengoptimalkan kinerja kognitif anak." Kebiasaan buruk tidur larut malam mempengaruhi kinerja anak dalam tugas sehari-hari, dan membuat mereka sulit menemukan solusi dari masalah yang lebih kompleks.

Nah, jika anak-anak membutuhkan waktu tidur selama 9 - 11 jam, orang dewasa hanya perlu 6,5 - 8,5 jam saja.

Read more ...

Apa Pengaruh Penurunan Kadar Testosteron Pada Libido?

Rabu, 21 September 2011

image TRIBUNNEWS.COM - Sebuah studi yang dimuat di Proceedings of the National Academy of Sciences menyebutkan, saat laki-laki menjadi seorang ayah, tingkat hormon testosteronnya menurun. Lalu, apa dampak penurunan tersebut?

Dr. Lee Gettler, ilmuwan dari Northwestern University, melakukan penelitian tingkat testosteron pada 624 laki-laki Filipina berusia 21 tahun. Setelah lima tahun menjadi ayah, tingkat testosteron mereka menurun drastis hingga 34 persen. Penurunan terbesar terjadi pada mereka yang sering menghabiskan waktu bersama anak.

Menurut Dr. Gettler, ada sesuatu yang berubah ketika seorang laki-laki menjadi ayah yang aktif sehingga berkontribusi terhadap penurunan testosteron. Sementara Peter Gray, seorang ahli Antropologi di University of Nevada mengemukakan, "Seorang ayah dengan kadar testosteron yang rendah akan lebih sensitif terhadap isyarat dari bayi dibandingkan isyarat dari lawan jenisnya".

Meski demikian, penurunan tersebut tidak memengaruhi libido laki-laki. Justru sebaliknya, dalam banyak hal laki-laki merasa menjadi lebih bahagia. Christopher Kuzawa, ahli Antropologi di Northwestern University pun menegaskan, "Anda tidak butuh banyak testosteron untuk memiliki libido".

Read more ...

Jaga Hubungan dengan Ibu Nggak Hanya di Hari Ibu

Sabtu, 20 Agustus 2011


The heart of a mother is a deep abyss at the bottom of which you will always find forgiveness. Yes, kasih Ibu memang tiada bandingnya, begitulah kata pepatah. Kadang mungkin kamu merasa rindu kalau membuka kembali album foto lama yang membawa kembali kenangan bareng Ibu sewaktu kecil. Bandingkan bagaimana hubungan kamu dengan Ibu saat dulu masih di bangku sekolah, dengan sekarang. Perbedaan mungkin ada, namun bagaimana cara mempertahankan hubungan harmonis di atas perbedaan-perbedaan tersebut? Read on! Oleh: Dey Ainiswari
I love you mom
As we all grow up as women, kita tidak lagi berpikir dan bertindak seperti saat kita balita atau remaja. Segala bentuk pengalaman yang kita dapat selama kita hidup sudah bukan lagi merupakan hasil dari ‘dikte’ orang tua kita. Kita mulai belajar bagaimana memutuskan sesuatu serta bertanggung jawab terhadap apapun konsekuensi dari keputusan tersebut. Kita mulai mematangkan diri dan memiliki pemikiran, prinsip dan gaya hidup individual yang mungkin berbeda dengan orang tua kita, khususnya Ibu. Tidak ada lagi perintah, ancaman, atau peraturan-peraturan yang dapat Ibu berikan terhadap kita, dengan tujuan untuk involve dalam kehidupan kita,because we’re not girls anymore.Untuk itu dibutuhkan beberapa sikap yang dapat kita lakukan untuk mempererat hubungan dengan Ibu kita, tanpa harus mengorbankan independensi kita.

Ubah perilaku dan pikiran kita
Kita tidak bisa merubah orang lain,they would change themselves. Jadi, jika ada satu atau lebih perilaku yang kita rasa kurang cocok dengan kita, cobalah untuk lebih open-minded dan beradaptasi. Sehingga pikiran-pikiran negatif tidak menjadi penghambat jalannya komunikasi efektif antara kita dan orang tua.

Terbuka dengan batasan yang ada
Walaupun kita tidak bisa merubah perilaku orang tua, kita tetap memiliki hak untuk menyampaikan beberapa batasan agar tidak overstepped terhadap masalah kita. Ingatkan kembali secara gentle bahwa sebagai perempuan dewasa, kamu memiliki kebebasan dalam mengambil keputusan dan bertanggung jawab dengan resiko yang ada.

Luka lama, tutup saja
Hindari membicarakan hal-hal lama yang kita tahu tidak ada ujungnya dan hanya akan menimbulkan sakit hati diantara kedua belah pihak. Some things are better

Spend some quality time
Luangkan waktu dan lepaslah dari kesibukan-kesibukan kita untuk menghabiskan waktu di rumah. Atur jadwal untuk beraktivitas dengan Ibu yang dapat mengembalikan kembali bonding time yang sudah lama tidak dilakukan. Bisa dengan memasak bareng di rumah atau pergi perawatan diri ke salon berdua.

Hadapi masalah dengan kepala dingin
Jika suatu masalah datang diantara kamu dan Ibu, lihatlah masalah tercipta karena adanya faktor eksternal dan bukan mengungkit-ungkit kembali kesalahan-kesalahan lama atau kekurangan-kekurangan kecil dari masing-masing pihak.

Say, “Thank you.”
Ingat kembali hal-hal baik yang telah Ibu lakukan kepadamu (there must be like zillion things!), dan jangan lupa ucapkan terima kasih sebagai rasa syukur dan penghargaanmu untuk perempuan yang telah melahirkan kita. Dengan begitu, Ibu akan selalu merasa diingat dan berperan bagi kita.

And say, “Hello, how are you? I love you!”
Jarak semestinya sudah bukan menjadi alasan bagi kita untuk tidak berkomunikasi dengan orang tua. Berbagai cara dapat kita lakukan untuk bisa get in touch with them. E-mail, surat, messenger, facebook, telepon, BBM, you name it—bisa jadi cara untuk kita say, “Hi!” kepada mereka.
Jadi semakin rindu nggak sih dengan Ibu kita di rumah?

Sumber: fimela.com
Read more ...

Awas! Bahaya Mandi Bola anak

Rabu, 20 April 2011

McDonalds, Burger king, Time Zone… Tempat bermain bagi anak2 yang
dipenuhi bola2… biasanya disebut kolam bola….
Satu dari putra2ku kehilangan jam tangannya dan karenanya dia sangat kecewa. Jadi kami menggali di antara bola2 untuk mencarinya. Daripada menemukan jam tersebut, kami menemukan muntahan, makanan, kotoran, dan sesuatu lainnya yang tidak ingin saya sebutkan. Saya pergi ke manager dan memprotess hal tersebut, dan menemukan bahwa kolam bola hanya dibersihkan satu kali setiap bulannya. Saya bahkan ragu bahwa itu telah dilakukan sesering itu. Anak2ku tidak akan pernah bermain lagi di kolam bola manapun.
Beberapa di antara kalian mungkin bukan orang tua, tapi mungkin kau punya keponakan, cucu, atau berteman dengan anak2.
Kasus lainnya akan membuatmu terenyuh. ketika aku membacanya, hatiku terasa tersayat, dan aku mohon agar ini difoward ke lebih banyak orang lagi. Kau tidak akan bisa membayangkan bertapa pentingnya ini..
Hai, namaku Lauren Archer, putraku KEvin dan aku tinggal di Melbourne, Australia .
2 October 1999, aku membawa putra tunggalku ke MC Donalds untuk perayaan
ulang tahunnya yang ketiga. Setelah dia menyelesaikan makan siangnya aku mengijinkan dia bermain di kolam bola. ketika tak lama kemudian dia mulai melolong, aku bertanya kepadanya apa ada masalah. Dan dia menunjukkan pantatnya dan berkata dengan sederhana : “Ma, disini sakit”.
Aku tidak dapat menemukan apapun yang keliatannya bermasalah pada dia saat itu. Aku memandikannya ketika kami pulang, dan menemukan di point yang dia tunjuk, terdapat memar – bekas bilur di pantatnya. Berdasarkan pemeriksaan, kelihatannya itu adalah sesuatu seperti ada serpihan di bawah memar itu. Aku membuat janji dengan dokter pada hari berikutnya dan anakku mulai muntah dan gemetaran, kemudian matanya berputar ke belakang kepalanya, dari situ, aku memutuskan untuk ke ruang darurat/ICU. Diameninggal tepat pada malam hari itu.
Yang mematikannya adalah memar di pantatnya, yang merupakan ujung sebuah jarum suntik yang patah ketika tertusuk masuk ke pantatnya. Hasil autopsy menyebutkan Kevin mati karena overdosis heroin.
Minggu berikutnya, polisi memindahkan bola2 dari kolam bola. di sana ditemukan makanan rusak, beberapa jarum suntik lainnya, beberapa masih dosis penuh, beberapa telah digunakan, pisau2, permen yang dimakan separuhnya, diapers, kotoran, dan genangan urine.
Jangan mengira ini hanya terjadi di Mc. Donalds. Seorang anak kecil lainnya telah bermain di kolam bola Burger King dan mulai mengeluh lengannya terluka. Dia juga meninggal kemudian. Ditemukan bahwa dia mendapat gigitan ular di sekitar lengan dan pantatnya. Ketika mereka membersihkan kolam bola itu, mereka menemukan sarang ular berbisa di dasar kolam bola tersebut. Anak kecil itu telah menderita sejumlah gigitan dari ular2 yang sangat berbisa.
Kirimkan ini, teruskan ini, jika anda peduli pada anak2. Teruskan kepada orang tua lainnya.
Apa jadinya dunia ini.. anak2 bahkan tidak aman di tempat bermain untuk anak2.
Think about it- Pikirkanlah. . sekalipun tidak mematikan jika tertusuk jarum suntik bekas, bagaimana jika jarum suntik itu jarum bekas pengidapAIDS?
Bayangkan bakteri di antara bola2 yang dasarnya ada kotoran?

Read more ...

Agar Kemarahan Anak Bersifat Positif

Kamis, 07 April 2011

imageYahoo!  Amarah adalah hal yang wajar dirasakan setiap orang, termasuk anak-anak. Namun biasanya, anak-anak masih belum bisa mengontrol amarahnya.
Jangan biarkan rasa marah yang dirasakan si kecil membuatnya melakukan hal-hal negatif. Tugas Anda adalah mengubah energi kemarahannya menjadi sesuatu yang positif.
Beberapa kiat dari Helium berikut bisa membantu Anda.
Yang pertama kali harus Anda tekankan pada si kecil adalah: merasakan amarah bukan hal yang salah. Namun, melakukan kegiatan yang destruktif atau merusak karena marah, itu yang tak boleh dilakukan. Ajarkan padanya bahwa melepas kemarahan adalah hal yang boleh dilakukan. Namun tidak dengan menyakiti hati atau fisik orang lain karena itu adalah hal yang dilarang.
Anda bisa mengajak si kecil untuk melepas kemarahannya dengan melakukan aktivitas fisik yang ia sukai. Misalnya naik sepeda, berenang, ikut seni bela diri, basket dan masih banyak lagi. Kegiatan-kegiatan tadi akan membantu si kecil untuk melepas kemarahannya yang bisa “meledak” sewaktu-waktu.
Yang tak kalah penting untuk mengatur kemarahan si kecil adalah dengan berkomunikasi. Ajaklah anak Anda berbicara dari hati ke hati. Tanyakan padanya: Apa atau siapa yang membuatnya marah? Tunggulah dengan sabar hingga ia bisa mencurahkan segala perasaannya. Buatlah ia nyaman dan jangan menghakimi perasaannya. Si kecil pasti lebih tenang.
Semoga sukses!

Read more ...

Resiko Anak Autis Bisa Diminimalkan

Sabtu, 02 April 2011

image Autisme adalah gangguan neurologis yang memengaruhi fungsi normal otak manusia dalam melakukan interaksi sosial dan komunikasi. Menurut Autism Society of America, orang autis biasanya menunjukkan kesulitan berkomunikasi secara verbal dan nonverbal, serta sulit berinteraksi dan beraktivitas sosial. Autisme muncul sejak tiga tahun pertama kehidupan.

Tanggal 2 April diperingati sebagai Hari Kesadaran Autisme di seluruh dunia.Kampanye dilakukan di seluruh penjuru dunia, dengan acara resmi di setidaknya 23 negara. Untuk mengenal lebih dalam mengenai autisme, Famega Syavira Putri dari Yahoo! Indonesia mewawancarai Fernando Cortizo, doktor dan peneliti dari Monash University, Australia. Dr Fernando juga menjabat sebagai CEO Autism Management Institute di Korea dan Malaysia. Berikut ini kutipannya:

Y!: Apa yang menyebabkan autisme?

Autisme bisa disebabkan tiga hal, yaitu faktor genetis, kromosom dan lingkungan yang memengaruhi anak mulai dari kandungan hingga setelah lahir. Faktor genetis tak dapat diubah. Hingga saat ini peneliti masih melakukan percobaan modifikasi genetis tapi belum membuahkan hasil.

Sedangkan penyebab yang berasal dari lingkungan bisa diminimalkan. Hasil penelitian kami menunjukkan, pada tubuh anak autis ditemukan logam berat yang jumlahnya bisa 100 kali lipat dari ambang batas normal.

Tubuh manusia dirancang untuk menyaring kelebihan logam berat dan mengeluarkannya dari dalam tubuh. Tetapi sistem tubuh orang autis rupanya tak dapat mengeluarkan logam berat dan malah menyesuaikan dengan kelebihan tersebut.

Bahkan saat lahir, bayi sudah punya kandungan logam berat yang berasal dari ibunya. Logam tersebut bisa bertambah karena paparan bahan-bahan yang ada di alam, misalnya makanan. Ikan yang mengandung banyak merkuri, contohnya. Selain itu, ada juga pencemaran aluminium yang berasal dari peralatan masak, sedangkan kadar timbal dan logam berat lain bisa masuk ke dalam tubuh karena pencemaran udara. Mainan anak-anak juga bisa menjadi tak aman karena bisa mengandung logam.

Salah satu tindakan yang biasanya memberatkan tingkat autisme adalah vaksinasi. Kami sering menjumpai kasus anak-anak yang mulai menunjukkan gejala autisme setelah diimunisasi. Rupanya ada beberapa vaksin yang masih mengandung logam berat. Vaksinasi kemudian menjadi pemicu gejala autisme pada anak karena tingkat logam berat yang meningkat drastis, melebihi ambang batas yang bisa ditoleransi. Dalam hal ini anak laki-laki lebih rentan terpicu autisme akibat vaksinasi dibanding anak perempuan.

Y!: Bagaimana cara pencegahannya? Apakah vaksinasi tak perlu dilakukan?

Tak perlu ekstrem menghindari vaksinasi sebab bagaimana pun, vaksin tetap diperlukan untuk meningkatkan imunitas. Tapi sebagai pencegahan, jangan pernah melakukan vaksinasi secara bersamaan. Pastikan anak diimunisasi dengan vaksin yang bebas logam. Tiap habis vaksinasi, perhatikan apa ada perubahan tingkah laku anak. Jika ada, segera kontak dokter dan hentikan vaksinasi. Meski tak terjadi apa-apa, tunggulah tiga bulan untuk melakukan vaksinasi berikutnya. Beban berlebihan pada sistem anak akan merusak sistem imunnya.

Y!: Benarkah jumlah penderita autisme terus meningkat?

Dalam 20 tahun terakhir, jumlah yang tercatat memang semakin meningkat. Penyebabnya masih diteliti, karena bisa saja jumlahnya sebenarnya tidak meningkat. Angka itu bisa tampak lebih tinggi karena kesadaran akan autisme yang semakin maju -- kita bisa mengenali gejala yang sebelumnya tidak dianggap sebagai gejala autisme.

Saat ini di Indonesia rasio anak autis adalah 1: 250, artinya ada satu juta penderita autisme di Indonesia.

Y!: Ada berapa macam jenis autisme?

Spektrum autisme sangat bervariasi, mulai ringan sampai berat. Gejalanya berbeda setiap individu. Ada penderita yang tidak punya kemampuan mengekspresikan diri secara verbal, sulit berkoordinasi, ketidakmampuan belajar. Ada pula yang tidak mampu menciptakan ikatan dengan orang lain, sulit berintegrasi, tidak mempunyai kesadaran sosial dan lain-lain.

Meski demikian, beberapa anak autis punya keistimewaan dibanding anak-anak normal. Beberapa dari mereka punya IQ tinggi dan memiliki keterampilan khusus. Pasien saya ada yang pandai menembus password, ada yang bisa bicara beberapa bahasa padahal tak pernah belajar formal.

Y!: Apa saja terapi yang bisa dilakukan untuk autisme?

Terapi autisme yang baik tak hanya fokus pada penderita tapi juga lingkungan dan orang tuanya. Memiliki anak autis berarti komitmen panjang bagi orang tua yang harus selalu menanggung biaya hidup anaknya. Biasanya orang tua khawatir bagaimana anak ini bisa mandiri dan hidup tanpa tergantung orang lain, serta bisa memenuhi kebutuhannya sendiri.

Penyebab autisme dapat dilihat dari analisis DNA secara lengkap. Setelah pola spesifik ditemukan, bisa disusun apa yang menjadi penyebab dan bagaimana cara meminimalkannya. Terapi harus dilakukan secara spesifik dan berbeda antar individu.

Saya juga melakukan riset soal anti-penuaan. Saya menemukan bahwa banyak penderita autis yang menunjukkan gejala yang muncul pada orang yang menua. Contohnya kehilangan ingatan, alzheimer, tidak peduli dengan keberadaan orang lain. Maka kami melakukan riset untuk memodifikasi perawatan anti-penuaan untuk diberikan kepada anak autis.  Untuk hasil terbaik, terapi harus dilakukan dengan modifikasi hormon, obat-obatan, menjaga asupan makanan dan bimbingan terapis.

Kami juga mengembangkan pemberian hormon oksitosin, yang biasa dikeluarkan secara alamiah oleh manusia saat sedang bercinta, kepada orang autis. Pemberian hormon ini ternyata efektif untuk meningkatkan kontak mereka dengan orang-orang terdekat. Misalnya, ada pasien yang tak mau mendekati ibunya. Setelah diberi hormon ini mereka mulai membuka kontak dan mulai mau disentuh dan dipeluk.

Y!: Haruskah memasukkan anak autis ke sekolah khusus?

Saya tidak akan menyarankan demikian. Terlebih jika itu berarti anak autis dicampur dengan penderita kelainan lain, misalnya down syndrome. Penderita autisme justru harus dibiasakan bergaul dengan anak-anak yang normal.

Y!: Dapatkah autisme disembuhkan?

Kami tidak memakai kata "sembuh". Tujuan terapi autisme adalah membuat penderita mampu mandiri dan memiliki tempat dalam kehidupan sosialnya. Mereka bisa sekolah, punya teman, belajar dan bisa maju. Komitmen untuk terapi ini memang jangka panjang, jika tak ingin dikatakan seumur hidup.

Dengan penanganan yang tepat, tidak mustahil penderita autisme bisa menjalani hidupnya dengan lebih baik daripada orang yang katanya "normal". Saya kenal beberapa penderita yang berhasil menjalani kehidupan normal, punya anak dan mampu menghidupi dirinya sendiri.

Y!: Jika disebabkan gen, apakah autisme akan menurun?

Tidak demikian. Jika orang autis memiliki anak, belum tentu anaknya itu akan menderita autisme juga. Apalagi penderita autisme malah sudah memiliki pemahaman lebih baik tentang autisme dibanding orang awam, jadi saya rasa  tidak akan berakibat buruk.

Y!: Bagaimana cara mencegah risiko autisme?

Harus ada pemahaman mendalam dari orangtua untuk mengurangi risiko anak terkena autisme. Contohnya, waspada saat melakukan vaksinasi. Hati-hati dengan potensi logam berat di lingkungan sekitar. Jangan paparkan anak dengan logam berat yang bisa ada di mainan, alat masak dan makanan. Hindari makanan cepat saji, makanan berpengawet dan berpenyedap rasa.

Lingkungan tempat tinggal juga bisa menjadi penyebab. Jika memungkinkan, hindari tinggal di daerah yang tercemar logam berat seperti dekat pabrik atau daerah berpolusi tinggi. Ibu hamil harus hidup sehat dan mengonsumsi makanan bergizi, termasuk makanan yang mengandung Omega-3.

Meskipun autisme tak bisa dihindari, tingkatannya bisa diminimalkan dengan cara sederhana, yakni dengan menerapkan pola hidup sehat.

Read more ...

Kesalahan Orang Tua Saat Mendisiplinkan Anak

Senin, 07 Maret 2011

image

Mengajarkan disiplin pada anak bukanlah hal yang mudah. Salah bertindak justru akan membuat anak bersikap lebih buruk. Untuk itu, para orang tua wajib menghindari kesalahan saat melakukannya.

Berikut beberapa daftar kesalahan yang umum dilakukan orang tua saat mengajarkan disiplin pada anak, seperti dikutip dari Helium.

1. Mendisiplinkan anak saat marah. Komunikasi dalam keadaan emosi yang tidak stabil tak akan pernah efektif. Lebih lanjut, yang terdengar oleh anak Anda hanyalah teriakan yang sifatnya meyakinkan. Anak-anak tak akan bisa mengambil ilmu dari sebuah kemarahan. Sebaiknya tunggu sampai emosi Anda stabil. Jika memang harus ada hukuman yang diberlakukan, hukuman yang Anda pilih pun bukan atas dasar kemarahan yang dirasakan, melainkan rasa sayang.

2. Jangan salah menghukum. Jika kedua anak Anda berseteru, yang menangis bukanlah selalu yang menjadi korban. Dengarkan keseluruhan cerita anak-anak. Tak selalu harus memberi hukuman, tapi jangan sampai anak merasa disalahkan atas sesuatu yang tidak ia perbuat.

3. Hukuman. Hukuman bukan digunakan untuk menyakiti, melainkan agar anak tak lagi mengulangi kesalahannya. Oleh karena itu, pastikan hukuman yang Anda berikan sesuai dan pantas.

4. Jangan biarkan orang lain mendisiplinkan anak Anda. Jika anak Anda melakukan kesalahan di depan orang lain, jangan pernah memberikan kesempatan orang itu untuk menghukum atau mendisiplinkan anak Anda. Komunikasi yang diterima anak akan sangat berbeda jika itu dilakukan oleh orang lain yang bukan orang tuanya. Kemungkinan paling fatal, anak Anda bisa trauma, dan mengalami kesulitan untuk terjun ke dunia sosial setelahnya.

Setiap orang tua pasti pernah melakukan kesalahan, tapi tak ada kata terlambat untuk meminimalisir kesalahan tersebut.

Source: Yahoo!

Read more ...

Ingin Anak Perempuan? Jauhi Pisang!

Minggu, 12 Desember 2010


VIVAnews - Ingin memiliki anak perempuan? Peneliti dari Universitas Maastricht, Belanda, menemukan bahwa mengombinasinasikan pilihan nutrisi dan waktu bercinta adalah kunci bagi mereka merencanakan kehamilan anak perempuan.

Cobalah konsumsi makanan mengandung kalsium tinggi seperti yogurt, keju blok, salmon, bayam, tahu, almond, oatmeal, brokoli, dan jeruk. Juga makanan mengandung magnesium tinggi seperti kacang mede, sereal gandum, buah ara, dan kacang-kacangan lainnya.

Sementara makanan yang sebaiknya dihindari adalah yang mengandung kadar sodium dan potasium tinggi seperti pisang, teri, zaitun, salmon asap, udang, nasi gurih, kentang, daging olahan, roti, dan kue-kue.

Mengatur asupan nutrisi saja tak cukup. Pasangan yang tengah merencanakan kehamilan anak perempuan juga dianjurkan melakukan hubungan seksual secara reguler, tapi bukan benar-benar sebelum dan setelah ovulasi.

Penelitian dilakukan melalui studi terhadap 172 wanita Eropa Barat usia 23-42 tahun. Semua wanita ini sebelumnya telah memiliki anak laki-laki, dan tengah menginginkan anak perempuan.

Seluruh partisipan kemudian diminta melakukan diet sesuai yang disarankan. Memperbanyak makanan mengandung kalsium dan magnesium, serta mengurangi asupan sodium dan potasium. Mereka juga diminta melakukan hubungan seksual sesuai anjuran.

Banyak partisipan yang gagal menjalani diet ketat itu. Namun, dari 21 wanita yang bertahan dengan diet, 16 di antaranya sukses mengandung janin perempuan. "Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode diet dan waktu bercinta meningkatkan probabilitas memiliki anak perempuan," kata para peneliti, seperti dikutip dari Daily Mail.(pet)
Read more ...

Voucher iklan autosubmit iklan murah
Voucher iklan autosubmit iklan murah

Entri kesehatan ter-Populer