Sponsored

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label Pria. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pria. Tampilkan semua postingan

Asyiknya Punya Anak, Bisa Turunkan Resiko Penyakit Jantung

Selasa, 27 September 2011

image REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA – Menjadi ayah mungkin penanda awal memasuki usia tua, tetapi bisa juga membuat seorang pria bertahan hidup.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Human Reproduction, menunjukkan bahwa para pria yang menjadi ayah lebih kecil kemungkinannya meninggal akibat serangan jantung daripada yang tidak memiliki anak.

Penelitian yang dilakukan oleh AARP—pemerintah AS bersama sejumlah universitas—ini merupakan yang terbesar, yang mencari tahu hubungan kesuburan pria dengan tingkat kematian dengan melibatkan hampir 138 ribu pria.

Sekalipun penelitian semacam ini tidak bisa membuktikan hubungan antara menjadi ayah dan tingkat kematian, sejumlah pakar penyakit jantung mengatakan ada banyak alasan untuk berpikir keduanya bisa saja saling berkaitan.

Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa perkawinan, memiliki banyak teman dan bahkan memelihara binatang dapat menurunkan resiko terkena masalah jantung dan kematian akibat gagal jantung. Dan bisa saja, anak-anak akan membantu merawat Anda, atau memberikan alasan pada kita agar lebih memerhatikan kesehatan diri sendiri.

Selain itu, juga tentunya dibutuhkan gen yang cukup baik bagi seorang ayah yang memiliki anak. Ketidakmampuan untuk memiliki anak bisa berarti kelemahan genetik yang dapat menyebabkan masalah jantung saat berada di jalan.

"Ada bukti yang menunjukkan bahwa tingkat kesuburan pria merupakan jendela bagi kesehatannya di kemudian hari," kata DR Michael Eisenberg, seorang spesialis urologis dan kesuburan dari Universitas Stanford.

Michael—yang memimpin penelitian ini—juga mencari tahu hubungan yang menyebabkan seorang pria tidak bisa memiliki anak.

Read more ...

Apa Pengaruh Penurunan Kadar Testosteron Pada Libido?

Rabu, 21 September 2011

image TRIBUNNEWS.COM - Sebuah studi yang dimuat di Proceedings of the National Academy of Sciences menyebutkan, saat laki-laki menjadi seorang ayah, tingkat hormon testosteronnya menurun. Lalu, apa dampak penurunan tersebut?

Dr. Lee Gettler, ilmuwan dari Northwestern University, melakukan penelitian tingkat testosteron pada 624 laki-laki Filipina berusia 21 tahun. Setelah lima tahun menjadi ayah, tingkat testosteron mereka menurun drastis hingga 34 persen. Penurunan terbesar terjadi pada mereka yang sering menghabiskan waktu bersama anak.

Menurut Dr. Gettler, ada sesuatu yang berubah ketika seorang laki-laki menjadi ayah yang aktif sehingga berkontribusi terhadap penurunan testosteron. Sementara Peter Gray, seorang ahli Antropologi di University of Nevada mengemukakan, "Seorang ayah dengan kadar testosteron yang rendah akan lebih sensitif terhadap isyarat dari bayi dibandingkan isyarat dari lawan jenisnya".

Meski demikian, penurunan tersebut tidak memengaruhi libido laki-laki. Justru sebaliknya, dalam banyak hal laki-laki merasa menjadi lebih bahagia. Christopher Kuzawa, ahli Antropologi di Northwestern University pun menegaskan, "Anda tidak butuh banyak testosteron untuk memiliki libido".

Read more ...

Voucher iklan autosubmit iklan murah
Voucher iklan autosubmit iklan murah

Entri kesehatan ter-Populer